Populer: Biaya Kereta Cepat Bengkak; Luhut Minta Masyarakat Tak Asal Kritik
·waktu baca 3 menit

Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN, Arya Sinulingga, membeberkan penyebab biaya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) membengkak Rp 112 triliun. Ini menjadi berita paling ramai dibaca pada Jumat (3/2).
Selain itu, ada juga kabar soal Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang mengaku tak mudah mengurus negara. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBISNIS.
Biaya Kereta Cepat JKT-BDG Bengkak
Arya membeberkan penyebab biaya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) membengkak. Proyek itu semula membutuhkan dana USD 6,07 miliar, bengkak menjadi USD 7,5 miliar atau setara Rp 112 triliun (kurs Rp 15.000 per dolar AS).
Arya mengatakan ada dua hal yang membuat biaya kereta cepat tersebut membengkak yaitu masalah tanah dan frekuensi yang berhubungan dengan sinyal.
"Kalau di China mana ada harga tanah? Kalau Indonesia tiga bulan sudah berubah, di Indonesia sejak kapan bisa ngunci harga tanah? Mereka anggap harusnya Indonesia bisa ngunci harga tanah," kata Arya di Kementerian BUMN, Jumat (3/1).
Meski begitu, Arya mengungkapkan pemerintah akan melakukan negosiasi dengan China untuk mencari jalan tengah. Di sisi lain, Arya memastikan penyelesaian kereta cepat tetap berjalan sesuai jadwal atau timeline.
Selain biaya pembangunan, masalah lain di KCJB yang juga masih belum tuntas adalah biaya penggunaan sinyal. Di China, sinyal untuk kereta cepat menggunakan GSMR dengan frekuensi 900 MHz yang dipakai gratis. Sementara di Indonesia, frekuensi ini sudah full dipakai oleh XL, Indosat, dan Telkomsel. Karena itu, KCIC harus negosiasi dengan Telkomsel untuk penggunaan frekuensi ini. Artinya, harus ada biaya yang harus dikeluarkan.
Luhut Minta Masyarakat Tak Asal Kritik
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui tidak mudah dalam mengatur negara. Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak berburuk sangka ke pemerintah dan jangan asal mengkritik apabila belum bisa berkontribusi ke negara.
“Kalau belum pernah menjabat jangan asal ngomong, tidak gampang mengatur republik ini," kata Luhut saat launching Sail Teluk Cendrawasih, Jumat (3/2).
Dalam kesempatan ini, Luhut juga mengingatkan para pejabat untuk tidak pernah sombong. Apalagi semua terjadi sementara dan ada akhir batas waktunya.
"Ini semua temporary, semua di bawah langit ini ada waktunya. Saya ingatkan semua pejabat jangan sombong, semua ini hanya waktu saja, akan ada akhirnya," ujar Luhut.
Luhut juga menegaskan para pejabat harus kerja dengan rendah hati demi kepentingan rakyat Indonesia. Ia menekankan lebih baik berkontribusi dengan konkret daripada kritik yang tak perlu.
"Presiden (Jokowi) beri kesempatan membuat Indonesia bagus. Ayo kita kerjain, kita harus kompak, jangan cepat terus buruk sangka saja," ungkap Luhut.
