Kumparan Logo

Populer: Curhat Purbaya Menteri Kurang Beruntung; Arahan Prabowo Jaga Harga BBM

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Fuso GIIAS 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Fuso GIIAS 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Curhat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai tantangan fiskal menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Selasa (4/8). Selain itu, ada instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga agar harga BBM subsidi tidak naik. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Purbaya Curhat Jadi Menteri Paling Tak Beruntung, Singgung Demo-Konflik Iran

Menteri Purbaya mengungkapkan curahan hatinya saat menghadiri pertemuan IMF dan Bank Dunia pada April 2026 lalu, menyebut dirinya sebagai menteri paling tidak beruntung. Sejak awal menjabat, ia harus menstabilkan perekonomian nasional di tengah guncangan demonstrasi besar, sentimen negatif indeks MSCI, hingga keluarnya outlook negatif dari lembaga pemeringkat kredit internasional seperti Fitch Ratings dan Moody's. Tekanan geopolitik global pun kian memanas akibat konflik Iran yang mengganggu rantai pasok global.

Meskipun dikelilingi berbagai risiko makroekonomi, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan fiskal dan moneter domestik tetap berjalan solid. Terbukti, Indonesia mampu mengamankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen secara tahunan, melampaui ekspektasi pesimistis para analis. Bahkan, dengan realisasi pertumbuhan triwulan pertama yang mencapai 5,6 persen, pemerintah optimistis akselerasi ekonomi pada paruh kedua tahun ini dapat didorong hingga mendekati level 6 persen.

Pemerintah juga menyayangkan penilaian sepihak dari Moody’s dan Fitch yang merilis outlook negatif sebelum data pertumbuhan triwulan I dipublikasikan secara resmi. Di sisi lain, S&P Global Ratings memberikan penilaian yang lebih objektif setelah melakukan tinjauan mendalam terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai berjalan di jalur yang tepat untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

Prabowo Minta Harga BBM Subsidi Tak Naik & Nonsubsidi Turun Jika Minyak Melemah

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers bersama PM Thailand Anutin Charnvirakul usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Indonesia, Senin (3/8/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Prabowo menginstruksikan jajaran menteri kabinet, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, untuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM subsidi) agar tidak mengalami kenaikan. Kebijakan ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia. Pemerintah berkomitmen mengoptimalkan alokasi anggaran subsidi energi agar kuota jenis BBM tertentu tetap mencukupi hingga akhir tahun anggaran berjalan.

Sementara untuk BBM nonsubsidi, formulasinya akan disesuaikan secara dinamis mengikuti tren pergerakan pasar global. Jika harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami penurunan, maka harga jual BBM nonsubsidi di tingkat penyalur wajib disesuaikan turun demi asas keadilan pasar. Kebijakan penetapan harga BBM subsidi selama ini sangat bergantung pada dua variabel utama makro, yaitu pergerakan harga minyak mentah global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

instagram embed