Kumparan Logo

Populer: Daftar 15 Bendungan Baru di Era Prabowo; Drama China Raup Rp 156 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara kondisi Bendungan Wilalung di Kalirejo, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (26/10/2025). Foto: Aprilio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara kondisi Bendungan Wilalung di Kalirejo, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (26/10/2025). Foto: Aprilio Akbar/ANTARA FOTO

Berita mengenai Indonesia yang akan memiliki 15 bendungan baru selama masa Pemerintahan Prabowo menjadi berita yang ramai dibaca di kumparanBisnis pada Minggu (26/10).

Selain itu, pendapatan industri micro drama China yang mencapai USD 9,4 miliar atau Rp 156,06 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD) tahun ini juga menjadi berita yang banyak dibaca.

Daftar 15 Bendungan Baru di Era Prabowo

Untuk biaya, nantinya pembangunan 15 bendungan baru tersebut membutuhkan anggaran senilai Rp 47,84 triliun. Menteri PU Dody Hanggodo menuturkan 15 bendungan baru tersebut juga akan meningkatkan potensi layanan irigasi dari 184.515 hektare menjadi 263.055 hektare. Dengan begitu, luas tanam juga bisa menjadi lebih luas dari 277.775 hektare menjadi 483.163 hektare.

“Pembangunan bendungan harus dibarengi dengan pembangunan saluran konektivitas dan jaringan irigasi. Dengan pasokan udara yang berkelanjutan, produktivitas pertanian dapat meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” kata Dody dalam keterangan tertulis.

Selain itu, bendungan baru juga akan berdampak pada peningkatan hasil panen dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun. Di samping itu, indeks pertanaman (IP) juga diproyeksi meningkat dari 150 persen menjadi 262 persen. Dengan begitu, petani nantinya bisa menanam dua hingga tiga kali dalam setahun.

15 bendungan yang akan rampung sebelum 2029 tersebut adalah Bendungan Tiga Dihaji (Sumatera Selatan), Cibeet dan Cijurey (Jawa Barat), Bener (Jawa Tengah), Bener, Karangnongko, Jragung, Cabean (Jawa Tengah), Bagong (Jawa Timur), Manikin dan Mbay (NTT), Jenelata (Sulawesi Selatan), Way Apu (Maluku), Budong-Budong (Sulawesi Barat), Riam Kiwa (Kalimantan). Selatan), dan Bulango Ulu (Gorontalo).

Suasana Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (29/8/2024). Foto: Dok. Kementerian PUPR

Drama China Raup Rp 156 T

Dikutip dari laporan The Micro-Drama Economy 2025 yang dirilis Media Partners Asia (MPA), pendapatan industri drama mikro China akan terus meningkat hingga 2030 mencapai USD 16,2 miliar atau Rp 265,07 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD).

Selama 5 tahun ke depan, pendapatan drama mikro China akan terus meningkat dari USD 11,5 miliar pada tahun 2026, USD 13,3 miliar pada tahun 2027, USD 14,6 miliar pada tahun 2028, USD 15,5 miliar pada tahun 2029 dan USD 16,2 miliar pada tahun 2030. Dengan begitu, pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) untuk pendapatan industri drama mikro China dari 2025-2030 bisa mencapai 11,5 persen.

Laporan tersebut diambil dari delapan platform penayangan micro drama yang diteliti MPA, yakni DramaBox, DramaWave, FlickReels, GoodShort, MoboReels, NetShort, ReelShort, dan ShortMax.

Ilustrasi micro drama China. Foto: Kaspars Grinvalds/Shutterstock

Jika dibanding industri drama mikro global, pendapatan China berada di atas rata-rata. Untuk tahun 2025, proyeksi pendapatan industri drama mikro China juga berada di atas industri drama mikro Jepang dan Korea.

Proyeksi pendapatan tahun penuh 2025 industri drama mikro Jepang adalah USD 267 juta atau Rp 4,42 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD). Sementara industri drama mikro Korea diperkirakan akan mendapat keuntungan USD 109 juta atau Rp 1,81 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD).

Untuk tahun 2030, industri drama mikro Jepang diperkirakan akan meraup pendapatan USD 1,2 miliar atau Rp 19,88 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD) dengan pertumbuhan CAGR 2025-2030 sebesar 35,2 persen. Sementara itu, industri drama mikro Korea diproyeksi akan meraup pendapatan sebesar USD 886 juta atau Rp14,68 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD) pada tahun 2030 dengan pertumbuhan CAGR 2025-2030 sebesar 52,3 persen.

instagram embed