Populer: Eks Menteri BUMN Sugiharto Meninggal Dunia; Daftar BUMN Disuntik Negara

16 Juli 2021 6:11
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mantan Menteri BUMN, Sugiharto. Foto: ADEK BERRY / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Menteri BUMN, Sugiharto. Foto: ADEK BERRY / AFP
Kabar duka datang dari mantan Menteri BUMN, Sugiharto, yang meninggal dunia pada Kamis (15/7). Berita tidak mengenakkan itu menjadi salah satu yang populer di kumparanBisnis.
Kabar tersebut dilengkapi dengan informasi mengenai 12 BUMN yang mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai triliunan rupiah di tahun 2022.
Berikut ini selengkapnya berita populer di kumparanBisnis sepanjang hari Kamis (15/7):
Eks Menteri BUMN Sugiharto Meninggal Dunia
Mantan Menteri BUMN, Sugiharto, meninggal dunia pada Kamis (15/7). Kabar yang diterima kumparan tersebut, dibenarkan Staf Khusus Menteri BUMNyang juga Juru Bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga.
Sugiharto menjabat Menteri BUMN periode 2004-2007 semasa Presiden SBY. Belum diketahui penyebab meninggalnya Sugiharto. Namun, beberapa hari ini dia diketahui dirawat di Rumah Sakit Pertamina, Simprug, Jakarta. Menteri BUMN Erick Thohirberduka atas meninggalnya Sugiharto.
"Pagi ini kita kehilangan sosok yang saya hormati, kita sayangi, dan banggakan. Kemarin juga masih aktif bantu kami di Masyarakat Ekonomi Syariah yang tentu seharusnya kita bisa bersama-sama pagi ini, Bapak Sugiharto, Menteri BUMN 2004-2007," kata dia secara daring, Kamis (15/7).
Erick mengenang Sugiharto sebagai sosok yang luar biasa. Di masa kepemimpinannya sebagai Menteri BUMN, Sugiharto, menurutnya menjadi salah satu tokoh gebrakan anti KKN dan kewajiban BUMN terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Daftar BUMN Disuntik Negara
Menteri BUMN Erick Thohir mengusulkan permintaan tambahan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) 2021 untuk tiga BUMN senilai Rp 33,9 triliun. Sementara untuk tahun 2022, Erick juga mengusulkan anggaran PMN senilai Rp 72,449 triliun bagi 12 BUMN.
Erick mengusulkan ada tiga BUMNyang dapat tambahan modal negara yaitu PT Waskita Karya Tbk sebesar Rp 7,9 triliun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sebesar Rp 7 triliun, dan PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 19 triliun.
Menurut Erick, tambahan modal tersebut akan digunakan masing-masing BUMN untuk menyelesaikan proyek yang sifatnya penugasan dari pemerintah.
Di 2022 mendatang, Erick juga kembali mengusulkan anggaran PMN senilai Rp 72,4 triliun untuk 12 BUMN. Rinciannya yaitu:
  1. Hutama Karya Rp 31,350 triliun
  2. Aviata Rp 9,318 triliun
  3. PLN Rp 8,231 triliun
  4. Bank BNI Rp 7 triliun
  5. KAI Rp 4,1 triliun
  6. Waskita Karya Rp Rp 3 triliun
  7. IFG (BPUI) Rp 2 triliun
  8. Adhi Karya Rp 2 triliun
  9. Perumnas Rp 2 triliun
  10. Bank BTN Rp 2 triliun
  11. RNI Rp 1,2 triliun
  12. Damri Rp 250 miliar.