Kumparan Logo

Populer: Gaji Rp 12 Juta Bisa Ambil KPR Subsidi; China Mau Akhiri Perang Dagang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara rumah subsidi Program Rumah untuk Guru Indoensia yang masih dalam tahap pembangunan  di Perumahan Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025).  Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara rumah subsidi Program Rumah untuk Guru Indoensia yang masih dalam tahap pembangunan di Perumahan Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Kabar mengenai kenaikan batas gaji maksimal Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dapat mengakses KPR rumah subsidi menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Kamis (24/4).

Selain itu, China yang mulai mendesak Amerika Serikat (AS) agar membatalkan tarif yang ditetapkan AS ke China juga menjadi berita yang ramai dibaca publik. Berikut ini rangkumannya:

Gaji Maksimal Rp 12 Juta Bisa Ambil KPR Subsidi

Foto udara rumah subsidi yang telah selesai dibangun di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). Foto: Putra M. Akbar/Antara Foto

Dalam Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 5 Tahun 2025 Tentang Besaran Penghasilan dan Kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah Serta Persyaratan Kemudahan Pembangunan dan Perolehan Rumah, saat ini sesaran dan kriteria gaji dibagi berdasarkan zona wilayah.

Terdapat 4 zona yang digunakan untuk mengklasifikasi MBR yang berhak mengakses KPR rumah subsidi.

Zona 1 yakni Jawa (kecuali Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat batas gaji maksimal untuk single adalah Rp 8,5 juta dan untuk yang sudah kawin adalah Rp 10 juta. Untuk satu orang peserta Tapera batas gaji adalah Rp 10 juta.

Zona 2 yakni Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Bali, gaji maksimal untuk single adalah Rp 9 juta dan untuk yang sudah kawin adalah Rp 11 juta. Untuk satu orang peserta Tapera batas gaji adalah Rp 11 juta.

Zona 3 yakni Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya, batas gaji maksimal untuk single adalah Rp 10,5 juta dan untuk yang sudah kawin adalah Rp 12 juta. Untuk satu orang peserta Tapera batas gaji adalah Rp 12 juta.

Sementara di Zona 4 yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. gaji Rp 12 juta berlaku sebagai batas maksimal untuk masyarakat single atau belum kawin. Untuk yang sudah kawin, batas gaji maksimal untuk pasangan suami-istri adalah Rp 14 juta. Sedangkan untuk satu orang peserta Tapera batas gajinya adalah Rp 14 juta.

China Desak Penghapusan Tarif

Ilustrasi nuklir Amerika Serikat dan China. Foto: andriano.cz/Shutterstock

Dikutip dari Reuters, China sampai saat ini belum membicarakan perang dagang dengan AS secara langsung meski Presiden AS Donald Trump sempat menyebut ada 'kontak langsung' antara kedua negara.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yadong mendesak AS untuk mendengarkan 'suara-suara rasional' dari komunitas internasional dan kalangan domestik.

“AS seharusnya menghapus semua langkah tarif sepihak terhadap China jika benar-benar ingin menyelesaikan masalah perdagangan ini,” kata He Yadong.

Pemerintahan Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menurunkan tarif atas barang impor dari China, dari level saat ini sebesar 145 persen menjadi kisaran 50 persen hingga 65 persen, tergantung hasil negosiasi dengan Beijing, menurut laporan Reuters pada Rabu (23/4) yang mengutip sumber terpercaya.

China juga telah mengadakan forum meja bundar pada Rabu (23/4) dalam negeri untuk membahas kekhawatiran lebih dari 80 perusahaan dan kamar dagang asing terkait dampak tarif AS terhadap investasi dan operasional mereka di China.

Gubernur Bank Sentral China, Pan Gongsheng, menyatakan China akan secara tegas mendukung aturan perdagangan bebas dan sistem perdagangan multilateral, dalam pernyataan yang disampaikannya pada pertemuan G20 di sela-sela Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia.