Kumparan Logo

Populer: Gambar Dewa Hindu Buat Rupiah Dipuji India hingga Nasib Gedung Kejagung

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Patung ganesha yang merupakan salah satu dewa hindu menjadi lambang kampus ITB Bandung. Foto: Dok. itb.ac.id
zoom-in-whitePerbesar
Patung ganesha yang merupakan salah satu dewa hindu menjadi lambang kampus ITB Bandung. Foto: Dok. itb.ac.id

Mata uang Indonesia kembali menjadi sorotan. Setelah kemarin ramai soal pecahan Rp 75 ribu, kali ini rupiah mendapatkan pujian dari India karena memuat gambar salah satu dewa Hindu.

Berita tersebut menjadi salah satu yang terpopuler di kumparanBisnis. Kabar itu dirangkai dengan orang kaya di Singapura yang hartanya melonjak dan informasi mengenai pembangunan kembali gedung Kejaksaan Agung terbakar.

Berikut ini selengkapnya berita populer kumparanBisnis sepanjang hari Minggu (23/8):

India Puji Mata Uang RI

Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia. Meski demikian, India memuji dan menyebut Indonesia sebagai satu-satunya negara yang dalam uang kertasnya memasukkan gambar salah satu dewa Hindu.

"Satu-satunya negara di dunia yang memiliki gambar dewa Ganesha dalam mata uangnya adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, yakni Indonesia," demikian ditulis timenownes.com, Sabtu (22/8).

Uang kertas rupiah Rp 20.000 tahun emisi 1998 yang sudah tidak berlaku lagi. Foto: Dok. Istimewa

Sabtu, 22 Agustus 2020 menjadi hari istimewa bagi umat Hindu dunia. Hari itu merupakan perayaan Ganesh Chaturthi, yakni perayaan turunnya dewa Ganesha ke muka bumi. Dewa Ganesha mempunyai posisi istimewa di kalangan umat Hindu, karena merupakan dewa pengetahuan dan kecerdasan, dewa pelindung, dewa penolak bala atau bencana dan dewa kebijaksanaan.

Gambar dewa Ganesha yang disebut timenownes.com itu ada dalam uang kertas rupiah pecahan Rp 20.000 tahun emisi 1998. Pada bagian muka uang kertas tersebut, terdapat gambar pahlawan nasional yang juga Bapak pendidikan nasional yakni Ki Hadjar Dewantara.

Pada sisi kirinya, terdapat gambar Ganesha yang bagi umat Hindu merupakan dewa pengetahuan dan kecerdasan. Mata uang India, yakni Rupee, tak mencantumkan gambar Ganesha. Padahal Indiamerupakan negara dengan populasi penduduk Hindu terbesar di dunia.

Harta 50 Orang Terkaya Singapura Melambung karena Corona

Penderitaan ekonomi yang dipicu pandemi telah mendorong Singapura ke dalam resesi. Untuk kuartal yang berakhir pada bulan Juni, negara yang bergantung pada sektor perdagangan melaporkan penurunan PDB sebesar 13,2 persen year on year.

com-Ilustrasi Singapura Foto: Shutterstock

Meski begitu, dalam tren penurunan ini malah membuat 50 orang terkaya di negara itu mengalami peningkatan kekayaan bersih kolektif 28 persen menjadi USD 167 miliar. Dilansir dari Forbes, miliarder hotpot kelahiran China Zhang Yong, yang istrinya Shu Ping, salah satu pendiri dan direktur Haidilao International Holding, terdaftar bersamanya tahun ini menambahkan USD 5,2 miliar untuk mempertahankan posisi nomor 1.

Li Xiting seorang peserta baru senilai USD 17,8 miliar menempati posisi nomor 2. Li Xiting adalah salah satu pendiri dan ketua Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics, yang kini menjadi warga negara Singapura atau dinaturalisasi seperti Zhang. Lonjakan permintaan ventilator Shenzhen Mindray dan perangkat medis lainnya membuat sahamnya yang terdaftar di Shenzhen melonjak di tengah pandemi corona. Meningkatnya saham Facebook tahun ini juga menguntungkan No 4 Eduardo Saverin, salah satu pendiri raksasa media sosial itu.

Taipan cat Goh Cheng Liang dari Nippon Paint naik satu peringkat ke peringkat 3 karena kekayaan bersihnya meningkat menjadi USD 14,8 miliar dari USD 9,5 miliar tahun lalu. Di posisi lima teratas adalah saudara real estate Robert dan Philip Ng dari Far East Organization, yang kekayaan bersih gabungannya naik USD 1,1 miliar menjadi USD 13,2 miliar.

Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO

Gedung Kejagung yang Kebakaran Tak Diasuransikan

Kebakaran di Kejaksaan Agung (Kejagung) terjadi semalam. Api melahap banyak bangunan termasuk gedung utama yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Untuk bisa ditempati lagi, gedung ini harus direnovasi. Sayangnya, bangunan ini belum didaftarkan ke dalam program asuransi negara, jadi pembangunan kembali harus dilakukan melalui anggaran negara (APBN).

"Dalam catatan kami, gedung utama Kejagung belum diasuransikan. Pembangunan kembali harus dianggarkan dalam APBN," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata saat dihubungi kumparan, Minggu (23/8).

Jika gedung ini sudah diasuransikan ke negara, biaya renovasinya akan ditanggung pihak asuransi, bukan APBN. Karena itu, Isa mendorong kementerian dan lembaga (KL) yang ada di Indonesia mendaftarkan gedung mereka untuk diasuransikan ke negara melalui program asuransi barang milik negara (BMN).