Populer: Harga Minyak Mentah Anjlok; 6 Perusahaan Antre IPO

Penurunan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (27/9). Selain itu, terdapat enam perusahaan dalam pipeline IPO BEI. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Usai Sinyal Kesepakatan AS-Iran
Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi signifikan pada perdagangan Jumat (26/9). Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November merosot sebesar 2,3 persen menjadi USD 92,41 per barel di New York, sementara Brent untuk penyelesaian November turun 2,1 persen ke level USD 104,32 per barel.
Mengutip Bloomberg, penurunan tajam ini dipicu oleh adanya indikasi awal kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur pengiriman energi strategis di Selat Hormuz.
Pasar fisik sebenarnya menunjukkan kondisi pasokan yang ketat, di mana pola backwardation terjadi dengan pelebaran spread cepat Brent hingga mendekati USD 7 per barel dari sebelumnya di bawah USD 1 pada akhir bulan lalu.
Namun, sentimen geopolitik dan spekulasi kebijakan domestik AS, termasuk wacana larangan jangka pendek ekspor solar oleh pemerintahan Trump, terus menekan pergerakan harga. Di sisi lain, pelaku pasar tetap skeptis terhadap efektivitas larangan ekspor tersebut karena dinilai hanya akan memberikan efek penurunan harga jangka pendek di pasar domestik.
6 Perusahaan dalam Pipeline IPO, Didominasi Sektor Kesehatan dan Energi
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan ada enam perusahaan yang saat ini berada dalam antrean (pipeline) untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) per 25 September 2026. Berdasarkan skala aset, klasifikasi emiten calon pendatang baru ini terbagi secara merata, yakni dua perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp 250 miliar, dua perusahaan skala menengah, dan dua perusahaan skala kecil.
Sepanjang tahun berjalan hingga akhir September 2026, pasar modal Indonesia telah berhasil mencatatkan 7 perusahaan baru dengan total penghimpunan dana mencapai Rp 2,16 triliun. Dari pipeline yang ada saat ini, sektor kesehatan memimpin dominasi dengan jumlah tiga perusahaan, diikuti oleh sektor energi sebanyak dua perusahaan, dan satu perusahaan tersisa berasal dari sektor industri. Tren ini menunjukkan dinamika penggalangan dana yang masih prospektif di sektor-sektor strategis.
