Populer: Job Fair Bekasi Rusuh; Kabar Ray Dalio Batal ke Danantara
·waktu baca 3 menit

Kabar mengenai pameran lowongan pekerjaan atau job fair di Bekasi, Jawa Barat, yang diserbu pelamar hingga ada peserta pingsan menjadi salah satu berita populer sepanjang Rabu (28/5).
Selain itu, terdapat konglomerat Amerika Serikat (AS) Ray Dalio yang dikabarkan batal gabung ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), tetapi kabar tersebut dibantah oleh CEO Danantara Rosan Roeslani. Berikut ringkasannya:
Wamenaker Buka Suara soal Kerusuhan Job Fair Bekasi
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) menaker Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel mengatakan bahwa rusuhnya Job Fair di Bekasi merupakan realitas yang ada di sektor ketenagakerjaan Indonesia saat ini. Noel tidak menampik banyaknya orang yang membutuhkan pekerjaan.
“Ini adalah realita yang gak bisa kita tutup mata terhadap kejadian-kejadian seperti di job fair Bekasi. Itu faktanya di depan muka kita banyak sekali yang membutuhkan pekerjaan. Pasti kami kerja kok, kita tidak diam, ya kami jujur miris,” tutur Noel kepada kumparan, Rabu (28/5).
Noel menjelaskan, Kemnaker tidak bertanggung jawab atas kejadian di job fair di Bekasi. Sebab itu merupakan tanggung jawab Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah Kota Bekasi.
Ia menilai terdapat regulasi yang justru melemahkan sektor industri sebagai sektor padat karya. Padahal, menurut No, sektor ini seharusnya mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja sehingga insiden seperti membludaknya pelamar di job fair Bekasi bisa diminimalisir dengan menurunnya jumlah pencari kerja.
Ia juga menambahkan bahwa kinerja industri turut tertekan akibat praktik pemalakan oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Masyarakat (ormas), serta permintaan saham dari oknum pejabat.
Kabar Ray Dalio Batal ke Danantara
CEO Danantara Rosan Roeslani membantah kabar batalnya Ray Dalio untuk bergabung dengan Danantara. Bahkan, Rosan memastikan bahwa diskusi antara dia dengan Ray Dalio masih berjalan lancar.
“Kemarin saya baru minggu lalu ketemu timnya, adiknya (adik Ray Dalio) juga Mark Dalio (anak Ray Dalio). Kita pembicaraan berjalan lancar. Enggak (batal) enggak ada itu (pembatalan rencana investasi),” kata Rosan di Istana Negara, Rabu (28/5).
Rosan memastikan hingga kini Danantara masih menjalin komunikasi dengan tim Ray Dalio. Sehingga Ray Dalio masih tercatat sebagai penasihat Danantara.
Sejalan dengan pernyataan Rosan, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, juga menepis isu bahwa Ray Dalio batal bergabung ke dalam struktur Danantara.
“Kan kita sudah ngomong. Kalau dia itu kita masih komunikasi kok, kemarin bulan lalu ketemu CEO-nya, anaknya minggu lalu ketemu sama kita juga. Soal Ray kita akan omongin lah dengan yang lain-lain,” ujar Pandu dalam kesempatan yang sama.
