Kumparan Logo

Populer: Jokowi Diam-diam Bentuk Tim IKN; Janji Elon Musk Pulihkan Internet Gaza

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi saat menghadiri Kompas 100 CEO Forum di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (2/11/2023). Foto: Vico/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi saat menghadiri Kompas 100 CEO Forum di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (2/11/2023). Foto: Vico/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi kembali mengungkapkan alasan pemerintah memindahkan ibu kota negara (IKN) ke Nusantara. Kabar ini menjadi berita populer di kumparanBISNIS sepanjang Kamis (2/11).

Kabar lainnya yang ramai dibaca publik yaitu pemilik SpaceX, Elon Musk, sempat menjanjikan akan memulihkan akses internet dan telekomunikasi di Gaza. Berikut rangkumannya:

Jokowi Diam-diam Bentuk Tim IKN 9 Tahun Lalu

Jokowi mengatakan, saat ini 56 persen dari 278 juta masyarakat Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Pemindahan ibu kota, lanjut Jokowi, juga harus dilakukan untuk pemerataan pembangunan, ekonomi, dan infrastruktur. Apalagi, rencana pemindahan ibu kota sudah diutarakan dari Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.

“Oleh sebab itu, sejak Presiden pertama Bung Karno sudah memiliki gagasan dan rencana untuk pindah, memindahkan ibu kota. Pak Harto juga sama, ingin memindahkan ibu kota dari Jakarta,” kata Jokowi saat groundbreaking Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di IKN, Kamis (2/11).

“Kemudian 9 tahun yang lalu secara diam-diam saya bentuk tim untuk melihat kembali gagasan-gagasan yang telah dilakukan oleh Presiden pertama, kedua, dan selanjutnya," lanjutnya.

instagram embed

Setelah melakukan studi, perhitungan hingga memiliki opsi lokasi ibu kota baru selama 6 tahun, akhirnya pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur.

"Pembangunannya untuk bangunan-bangunan pemerintah memang kita biayai. 20 persen untuk infrastruktur dasar dan gedung-gedung pemerintah dibiayai APBN dan 80 persen lainnya akan kita berikan kepada private sector, kepada dunia usaha," ungkap Jokowi.

Sejak pembangunan dimulai, sampai Desember 2023 nilai investasi yang sudah masuk ke IKN sebesar Rp 45 triliun. Berbagai fasilitas akan segera dibangun mulai dari mal, hotel, rumah sakit hingga sekolah.

Janji Elon Musk Koneksi Internet di Gaza

Palestine Telecomunications (Paltel), perusahaan telekomunikasi Palestina. Foto: Dok. amman-paletine.org

Elon Musk sempat menjanjikan akan memulihkan akses internet dan telekomunikasi di Gaza. Meski demikian, akses kembali pulih yang dilakukan oleh perusahaan Palestina sendiri yakni Paltel Gorup atau Palestine Telecommunications.

“Starlink akan mendukung sambungan komunikasi bagi organisasi bantuan yang diakui internasional di Gaza,” cuit Elon Musk di akun media sosial X miliknya, dikutip dari Reuters, Minggu (29/10).

Perusahaan Telekomunikasi Palestina (Paltel Group) didirikan pada 1997 semasa negara itu dipimpin Presiden Yasser Arafat. Meski Palestina masih di bawah jajahan Israel, Paltel Group dikelola dengan baik dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di Palestina.

Dikutip dari World Economic Forum (WEF), Paltel merupakan pemberi kerja nomor satu dari sektor swasta di Palestina. Mereka memiliki lebih dari 3.000 pegawai baik di Tepi Barat maupun Jalur Gaza.

instagram embed

Di tengah serangan besar-besaran Israel, Paltel pun mengedepankan nasionalisme ketimbang bisnis dalam memulihkan jaringan internet dan telekomunikasi di Gaza.

“Tim teknis kami dengan tekun mengatasi kerusakan pada infrastruktur jaringan internet dan telekomunikasi dalam kondisi yang menantang,” kata Paltel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (2/11).

Koresponden Al Jazeera di Palestina, Majed Abusalama, mengatakan dia bisa menghubungi ibunya di Gaza dan mendengar langsung suaranya. “Semua orang bisa menjangkau keluarganya sekarang. Tidak ada yang tahu berapa lama?” tulisnya di media sosial.