Populer: Jusuf Hamka Ajak Ahok ke Masjid Babah Alun; Kapal Siluman Banyuwangi

23 Agustus 2021 6:11
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pengusaha Muslim Jusuf Hamka ajak Ahok kunjungi warung Podjok Halal Desari. Foto: Instagram/@jusufhamka
zoom-in-whitePerbesar
Pengusaha Muslim Jusuf Hamka ajak Ahok kunjungi warung Podjok Halal Desari. Foto: Instagram/@jusufhamka
ADVERTISEMENT
Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, diajak ke masjid oleh pengusaha Jusuf Hamka. Jusuf Hamka berharap Ahok bisa mendapatkan hidayah usai ajakan itu.
ADVERTISEMENT
Kabar tersebut menjadi salah satu yang populer di kumparanBisnis. Berita itu dilengkapi dengan informasi anggaran kapal perang ‘siluman’ yang bernilai Rp 114 miliar.
Berikut ini selengkapnya berita populer kumparanBisnis sepanjang hari Minggu (22/8):

Jusuf Hamka Ajak Ahok ke Masjid Babah Alun

Pengusaha muslim keturunan Tionghoa, Jusuf Hamka, mengajak Komisaris Utama Pertamina dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok untuk mengunjungi dan melihat fasilitas Masjid Babah Alun yang dibangun di pinggiran Tol Depok-Antasari, Cilandak Jakarta Selatan pada Sabtu (21/8). Masjid itu dibangun sendiri oleh Jusuf Hamka.
Bersama Ahok, hadir juga Deny Sumargo. Jusuf Hamka berharap, Ahok dan Deny Sumargo bisa ikut serta dalam membantu Pemerintah untuk menuntaskan keberagaman/kebinekaan demi tercapai sila ke-3 dari Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Bersatu kita teguh dan bercerai kita runtuh. Mana tau, setelah masuk ke Mesjid BA, Pak Ahok dan Densu (Deny Sumargo) memperoleh hidayah dari Allah Swt. Amin yra," tuturnya.
Setelah berkeliling area Masjid Babah Alun, Jusuf Hamka selanjutnya membawa Ahok dan Deny Sumargo untuk berbelanja dan menikmati secangkir kopi di Warung Podjok Halal Desari.
Kapal Siluman Banyuwangi Bernilai Rp 114 M
PT Lundin luncurkan kapal perang teknologi 'siluman', KRI Golok di Banyuwangi. Foto: dok. PT Lundin
zoom-in-whitePerbesar
PT Lundin luncurkan kapal perang teknologi 'siluman', KRI Golok di Banyuwangi. Foto: dok. PT Lundin
PT Lundin Industry Banyuwangi akhirnya merampungkan pembuatan kapal perang berteknologi 'siluman' generasi ke-2. Berlokasi di Pantai Cacalan, Banyuwangi, kapal perang yang bernama KRI Golok 688 diperkenalkan ke publik dan disaksikan langsung oleh KSAL Laksamana Yudo Margono pada Sabtu (21/8).
Mengutip situs Naval Post, KRI Klewang 688 dibangun dari bahan komposit yang mampu mengecoh atau terhindar dari pantauan radar. Bahan tersebut juga membuat bobot kapal menjadi ringan, bisa melaju lebih cepat dan terhindar dari korosi.
ADVERTISEMENT
Kapal perang yang dibuat di Banyuwangi ini memiliki total panjang 63,53 meter dengan lebar 16 meter dan tinggi 18,7 meter. Bobot kapal mencapai 53,1 ton.
Kapal yang bisa membawa 25 kru ini dirancang memiliki kecepatan maksimal 28 knots dan kecepatan berlayar rata-rata 16 knots. Sebagai kapal perang jenis KCR, KRI Golok dilengkapi dengan persenjataan seperti canon berkaliber 30 mm dan senapan 12,7 mm.
Mengutip situs Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), KRI Golok merupakan penyempurnaan dari Klewang 1 yang sempat diluncurkan pada tahun 2012. Saat masih dalam proses pengujian, KRI Klewang 1 terbakar habis di Selat Bali pada 28 September 2012.
PT Lundin sebagai produsen pun harus mengganti kapal perang pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia itu, karena belum diserahkan kepada pemesannya.
ADVERTISEMENT
KRI Klewang 1 sendiri, menurut KKIP, menghabiskan anggaran hingga Rp 114 miliar. Pengadaan kapal tersebut dibiayai APBN Tahun 2009. Kelebihan kapal Klewang tersebut, yakni memiliki teknologi stealth yang tidak bisa dilacak oleh radar. Teknologi stealth ini juga dimiliki pesawat terbang intai F-117 Night Hawk milik Angkatan Udara Amerika Serikat.