Kumparan Logo

Populer: Kemenhub Naikkan Fuel Surcharge; Garuda Ganti Direksi & Komisaris

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang juru parkir pesawat (marshaller) memandu kedatangan pesawat yang mengangkut penumpang asal penerbangan Jakarta di area landasan parkir pesawat Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/4/2022). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang juru parkir pesawat (marshaller) memandu kedatangan pesawat yang mengangkut penumpang asal penerbangan Jakarta di area landasan parkir pesawat Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/4/2022). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Kenaikan fuel surcharge avtur menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (14/5). Selain itu, perubahan susunan direksi dan komisaris Garuda Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Harga Avtur Tinggi, Kemenhub Naikkan Fuel Surcharge Maksimal 100% dari TBA

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi mengubah aturan fuel surcharge untuk penerbangan kelas ekonomi, merespons kenaikan harga avtur yang signifikan akibat tensi geopolitik global.

Regulasi terbaru, Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 1041 Tahun 2026 yang berlaku sejak 13 Mei 2026, menggantikan KM 83 Tahun 2026, bertujuan memberikan fleksibilitas bagi maskapai dalam menetapkan biaya tambahan. Sebelumnya, fuel surcharge ditetapkan sebesar 38 persen untuk pesawat jet dan propeller dari 10 persen.

instagram embed

Dengan beleid anyar ini, besaran fuel surcharge kini dibuat berjenjang, berkisar antara 10 persen hingga maksimal 100 persen dari tarif batas atas (TBA) kelas ekonomi, tergantung pada harga rata-rata avtur yang ditetapkan penyedia bahan bakar.

Sebagai contoh, per 1 Mei 2026, harga avtur mencapai Rp 29.116 per liter, memungkinkan maskapai menerapkan biaya tambahan hingga 50 persen dari TBA. Jika harga avtur menembus kisaran Rp 45.350 sampai Rp 49.350 per liter, fuel surcharge bisa mencapai 100 persen dari TBA. Kebijakan ini diharapkan menjaga keberlangsungan industri penerbangan di tengah fluktuasi harga komoditas.

Garuda Indonesia Ubah Susunan Direksi dan Komisaris, Ini Daftar Selengkapnya

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merombak jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu (13/5). Rapat tersebut secara resmi menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service serta Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris, menggantikan pejabat sebelumnya sebagai bagian dari upaya penguatan struktur manajemen perseroan.

Perubahan manajemen ini datang seiring dengan sinyal positif kinerja keuangan Garuda Indonesia pada Kuartal I 2026. Perseroan berhasil mencatat kenaikan pendapatan usaha konsolidasian sebesar 5,36 persen menjadi USD 762,35 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan dari penerbangan berjadwal menjadi kontributor utama, tumbuh 7,36 persen menjadi USD 648,10 juta. Tak hanya itu, perseroan juga menekan rugi bersih secara signifikan hingga sekitar 45,2 persen menjadi USD 41,62 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap proses penguatan fundamental operasional dan bisnis. Fokus utama perseroan tetap diarahkan pada peningkatan operational excellence, cost discipline, optimalisasi jaringan penerbangan, serta transformasi layanan. Susunan manajemen baru diharapkan dapat mengakselerasi fase turnaround perusahaan menuju kinerja yang lebih solid.