Populer: Kemnaker Hapus Syarat Usia-Good Looking; China Bangun 1.000 Dapur MBG
·waktu baca 2 menit

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan akan menghapus syarat usia, berpenampilan menarik (good looking), dan status perkawinan dalam pencarian kerja. Berita ini menjadi yang paling banyak dibaca pada Minggu (25/5).
Selain itu, berita populer lainnya adalah China yang akan ikut serta dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita-berita populer di kumparanBISNIS pada akhir pekan:
Hapus Syarat Usia-Good Looking
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer mengungkap nantinya syarat usia akan dihapus. Hal ini menjadi langkah lanjutan yang dilakukan Kemnaker setelah sebelumnya juga sempat mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai larangan penahanan ijazah karyawan oleh perusahaan.
“Saya berharap mitra industri kita tidak lagi memberi persyaratan kerja yang begitu berat. Jadi nanti para pencari kerja tidak lagi disyaratkan terkait umur. Umur kita akan hapus,” kata sosok yang akrab disapa Noel tersebut dalam Penutupan Job Fair Kemnaker 2025 di Jakarta, Minggu (25/5).
Selain syarat usia, syarat berpenampilan menarik juga menjadi penghambat karena tergolong berat. Untuk itu syarat tersebut juga akan dihapus. “Syarat harus good looking dan sebagainya, itu juga tidak ada, kemudian umur tidak ada juga. Kemudian pertanyaan-pertanyaan yang menjadi syarat soal sudah nikah belum nikah itu juga kita hapus,” ujarnya.
China Bangun 1.000 Dapur MBG
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), dan Kadin China akan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nantinya jumlah dapur bersama yang ditarget terbangun mencapai 1.000 dapur. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menjelaskan pembangunan dapur MBG akan dilakukan bertahap.
“Mereka [Kadin China] akan menentukan berapa jumlah yang mereka ingin bangun. Tentu kalau pemerintah itu fokus 30 ribu. Dari Kadin mencoba bertahap tapi targetnya kalau bisa 1000 [SPPG]. Jadi di dalam angka tersebut lah dari China itu ingin berpartisipasi,” ujar Anindya dalam Indonesia-China Business Reception 2025 di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (24/5).
