Kumparan Logo

Populer: Lahan Karhutla Dimanfaatkan; BEI Keluarkan Saham HSC dari IHSG

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026).  Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Imbauan pemanfaatan lahan bekas karhutla di Kalteng menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (22/10). Selain itu, BEI resmi mengeluarkan saham HSC dari perhitungan IHSG mulai November 2026. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Wamentan Imbau Lahan Bekas Karhutla di Kalteng Dimanfaatkan untuk Pertanian

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mendorong pemanfaatan lahan masyarakat yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah untuk sektor pertanian. Pemanfaatan lahan bekas karhutla untuk tanaman pangan seperti cabai dan jagung dinilai potensial mendongkrak perekonomian warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah yang hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Pemerintah akan memetakan status kepemilikan lahan secara terukur sebelum memberikan intervensi. Untuk lahan terbakar milik korporasi sawit, pemeriksaan dan investigasi khusus akan dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Sementara bagi lahan milik masyarakat, pemerintah pusat siap memprioritaskan bantuan produksi tani berdasarkan pendataan dan usulan jenis tanaman dari pemerintah daerah.

Meskipun alih fungsi lahan menawarkan peluang ekonomi, pengalihannya tetap harus berkoordinasi secara ketat dengan Kementerian Kehutanan. Jika evaluasi permukaan lahan menunjukkan risiko tinggi terhadap lingkungan, area tersebut akan direhabilitasi kembali menjadi kawasan hutan guna menjaga keseimbangan ekosistem.

BEI: Saham HSC Dikeluarkan dari Hitungan IHSG mulai 2 November 2026

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis Pengumuman Nomor Peng-00201/BEI.POP/10-2026 terkait pengeluaran saham High Shareholding Concentration (HSC) dari kriteria seleksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai 2 November 2026. Langkah ini diambil untuk merefleksikan dinamika pasar secara efisien melalui metode Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted dengan batas pembobotan maksimal 9 persen.

Perubahan regulasi ini juga mencakup penyesuaian jadwal evaluasi IHSG dari semula Maret, Juni, September, dan Desember menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober. Efektivitas penyesuaian indeks dialihkan ke hari bursa pertama bulan Februari, Mei, Agustus, dan November, disertai mekanisme evaluasi insidental di luar periode berkala. Berdasarkan data bursa hingga 13 Oktober 2026, tercatat sebanyak 80 saham masuk dalam kategori HSC.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bentuk delisting, melainkan penataan perhitungan agar pergerakan IHSG mencerminkan kondisi riil pasar secara wajar. Saham-saham kategori HSC tetap dapat ditransaksikan di bursa, meskipun pergerakan harganya tidak lagi memperhitungkan bobot pada indeks utama seperti IHSG, IDX30, LQ45, dan IDX80.