Kumparan Logo

Populer: Laporan Keuangan Danantara Masih Diaudit; IHSG Anjlok 5,28%

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Danantara. Foto: Iljanaresvara Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Danantara. Foto: Iljanaresvara Studio/Shutterstock

Laporan keuangan Danantara tahun 2025 yang masih dalam proses audit menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (19/10). Selain itu, penurunan tajam IHSG Sesi I sebesar 5,28% ke level 4.923,26 juga menjadi sorotan. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Laporan Keuangan Danantara Masih Proses Audit, Belum Bisa Disampaikan ke Publik

Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Pahala Mansury, mengungkapkan bahwa laporan keuangan Danantara tahun 2025 masih dalam proses audit. Danantara berkomitmen segera memublikasikan laporan tersebut setelah proses audit selesai.

“Proses audit sudah mulai dilaksanakan dari pertengahan bulan Juli. Tadi bulan Juli yang lalu. Jadi kita harapkan nanti sesegera mungkin setelah selesai kita bisa publikasikan,” kata Pahala di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (19/10).

Meski demikian, Pahala belum dapat memastikan waktu penyelesaian audit laporan keuangan tersebut. Menurutnya, proses tersebut masih bergantung pada pelaksanaan audit oleh pihak auditor.

Sebelumnya, COO BPI Danantara, Dony Oskaria, menargetkan laporan keuangan tahun buku 2025 rampung pada Oktober 2026. Sementara itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memulai pemeriksaan atas laporan keuangan konsolidasian BPI Danantara tahun 2025 untuk menilai kewajaran laporan keuangan sekaligus mendorong penguatan tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Pemeriksaan tersebut mencakup BPI Danantara, PT Danantara Aset Manajemen (PT DAM), PT Danantara Investasi Manajemen (PT DIM), serta seluruh BUMN yang masuk dalam struktur BPI Danantara.

IHSG Sesi 1 Ditutup Anjlok 5,28% ke Level 4.923,26

Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat hingga ditutup melemah signifikan pada akhir perdagangan Sesi I, Senin (19/10). Indeks terdepresiasi 261,84 poin atau 5,28% dan tertahan di posisi 4.923,26. Berdasarkan data Stockbit, nilai transaksi perdagangan mencapai Rp10,03 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 16,89 miliar lembar saham melalui frekuensi 872,55 ribu kali.

Pelemahan IHSG didominasi oleh koreksi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan nilai transaksi terbesar hingga Rp1,56 triliun, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp1,36 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp1,30 triliun. Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan volume transaksi terbanyak sebesar 60,11 juta lembar saham.

Koreksi tajam pasar saham domestik berbanding terbalik dengan dinamika bursa Asia yang mayoritas bergerak positif. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,51% ke level 24.186,83, Straits Times Singapura naik 0,28% ke 5.430,58, dan SSE Composite China tumbuh 0,16% ke level 3.722,20. Hanya Indeks Nikkei 225 Jepang yang turut mengalami penurunan sebesar 0,69% ke level 64.884.

instagram embed