Populer: Pembeli Rumah dari Milenial Meningkat; Ratusan Kurir SiCepat Kena PHK
ยทwaktu baca 2 menit

Generasi milenial yang berminat membeli rumah semakin meningkat sejak pandemi COVID-19, menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Minggu (13/3).
Berita lain yang ramai dibaca publik mengenai 365 karyawan SiCepat Express yang diduga terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Berikut rangkumannya:
Pembeli Rumah dari Milenial Meningkat, Paling Laku yang Harganya Rp 500 Jutaan
PT Bank BCA Tbk mencatat generasi milenial kini semakin mendominasi pembeli rumah. Hal ini terpantau sejak pandemi COVID-19.
"Dari segmen umur memang milenial itu lumayan peningkatannya untuk penjualan rumah," kata Chief Economist BCA, David Sumual, dalam acara BCA Expoversary di BSD, Tangerang, Minggu (13/3).
Adapun rumah yang paling banyak diincar oleh kalangan milenial adalah tipe minimalis, yang harganya berada di range Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. "Jadi umur 30an baru bekerja. Mereka biasanya mencari rumah yang harganya Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar," katanya.
Sementara untuk karakteristik rumah yang paling diminati kalangan milenial di antaranya adalah berada di pinggiran kota, memiliki desain ruang terbuka (open space), berkonsep skandinavian, smart home atau rumah pintar, dan konsep rumah tumbuh.
Ratusan Kurir SiCepat Disebut Terkena PHK
Peneliti Muda di Institute of Governance and Public Affairs, Universitas Gadjah Mada, Arif Novianto, melalui akun twitternya @arifnovianto_id mengaku mendapatkan informasi soal PHK massal tersebut. Setidaknya, ada sekitar 365 kurir SiCepat yang dipecat.
Soal PHK tersebut dibenarkan dua orang pegawai SiCepat Ekspres yang tak mau disebutkan namanya. Mereka merupakan karyawan SiCepat Ekspres yang berkantor di wilayah Jawa Timur. Salah satunya bahkan diputus hubungan kerja berselang satu bulan setelah diterima.
Dia mengatakan bahwa hal serupa juga dialami oleh dua rekan kerjanya sekantor yang berposisi sebagai kurir dengan status sudah terikat kontrak. Sementara dirinya sendiri di bagian admin yang berstatus sebagai OJT (on the job training).
Sementara karyawan lainnya adalah seorang pegawai dengan jabatan admin yang sudah berstatus kontrak. Dia mengaku was-was dengan situasi ini karena nama-nama yang bakal diputus kerja langsung turun dari pusat tanpa pemberitahuan awal.
kumparan sudah berusaha menghubungi Chief Marketing & Corporate Communication Officer (CMCCO) SiCepat Ekspres Indonesia Wiwin Dewi Herawati. Namun hingga berita ini dipublikasikan, telepon dan pesan Whatsapp tidak dibalas.
******
Kuis kumparanBISNIS hadir lagi untuk bagi-bagi saldo digital senilai total Rp 1,5 juta. Kali ini ada kuis tebak wajah, caranya gampang! Ikuti petunjuknya di LINK INI. Penyelenggaraan kuis ini waktunya terbatas, ayo segera bergabung!
