Kumparan Logo

Populer: Pendaftaran CPNS Kedinasan Dibuka; Rupiah Diprediksi Melemah

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana  peserta Tes CPNS di Surabaya. Foto: Dok: Kemenkumham Jatim
zoom-in-whitePerbesar
Suasana peserta Tes CPNS di Surabaya. Foto: Dok: Kemenkumham Jatim

Pendaftaran CPNS jalur sekolah kedinasan yang resmi dibuka menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Selasa (18/8). Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi melemah hingga akhir tahun 2026. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Pendaftaran CPNS Jalur Sekolah Kedinasan Dibuka Hari Ini, Ada 4.770 Formasi

Pemerintah secara resmi membuka pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur sekolah kedinasan mulai 18 Agustus 2026 hingga 30 Agustus 2026. Pada tahun anggaran ini, kuota formasi yang disediakan mengalami peningkatan sebesar 46,45 persen menjadi 4.770 formasi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya dibuka sebanyak 3.257 formasi. Langkah ini diambil untuk memperkuat kapabilitas birokrasi melalui penyerapan SDM yang kompeten dan disiplin.

Terdapat 9 instansi kementerian dan lembaga yang membuka alokasi formasi pada seleksi tahun ini. Kementerian Dalam Negeri memimpin kuota terbesar dengan menyediakan 1.410 formasi melalui Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

instagram embed

Selain itu, Kementerian Perhubungan membuka 891 formasi yang tersebar di 22 sekolah kedinasan, diikuti oleh Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di bawah Kementerian Keuangan dengan alokasi 1.000 formasi, serta Politeknik Statistika STIS yang menyediakan 564 formasi.

Proses seleksi dipastikan tetap menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) untuk mencegah praktik kecurangan seperti joki dan intervensi pihak luar. Pemerintah menargetkan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan berlangsung pada September 2026. Ujian ini mencakup tiga materi utama, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), sebelum peserta dapat melanjutkan ke tahapan seleksi spesifik di masing-masing instansi.

Rupiah Diprediksi Sentuh Rp 17.500-18.000 per Dolar AS pada Akhir 2026

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih akan menghadapi tekanan berat hingga penghujung tahun 2026. Berdasarkan proyeksi Mirae Asset Sekuritas Indonesia, rupiah berpotensi bergerak melemah di kisaran Rp 17.500 hingga Rp 18.000 per dolar AS. Kondisi ini dipicu oleh defisit neraca perdagangan yang terjadi selama dua bulan berturut-turut serta kenaikan harga minyak global yang memperbesar beban impor energi nasional.

Selain tantangan eksternal, ketidakpastian domestik terkait rencana pengetatan penyaluran Pertalite diperkirakan bakal berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia (BI) di bawah pimpinan baru diproyeksikan akan mengadopsi arah kebijakan yang lebih akomodatif terhadap pertumbuhan ekonomi (pro-growth). Kendati demikian, ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga acuan dinilai masih sangat terbatas guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Untuk menyeimbangkan antara stabilitas nilai tukar dan target pertumbuhan ekonomi, BI diperkirakan akan mengandalkan instrumen kebijakan non-suku bunga (non-interest rate policy). Langkah ini diambil guna meminimalkan risiko depresiasi rupiah yang lebih dalam jika suku bunga dipangkas terlalu cepat, sembari tetap memberikan stimulus bagi likuiditas sektor riil dan program pembangunan pemerintah.