Kumparan Logo

Populer: Perry Warjiyo Mundur & Dampaknya ke Rupiah, Destry Damayanti Pjs BI

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Pengunduran diri Perry Warjiyo dari Bank Indonesia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (27/7). Selain itu, Destry Damayanti yang ditunjuk sebagai Pj Gubernur BI sementara. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Perry Warjiyo Mundur dari BI, Dampak Volatilitas Kurs Rupiah hanya Terbatas

Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada Senin (27/7) memicu respons beragam di pasar keuangan. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi, memperkirakan keputusan tersebut berpotensi menyebabkan depresiasi kurs rupiah hingga menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS dalam jangka pendek. Rahma menambahkan bahwa volatilitas juga dapat terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) akibat dampak psikologis.

Kendati demikian, UU Bank Indonesia telah dirancang untuk menjamin independensi bank sentral, meredam spekulasi intervensi politik. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, sepakat bahwa dampak jangka pendek terhadap rupiah cenderung terbatas, dengan sentimen global seperti arah kebijakan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor dominan. Pasar akan lebih fokus menilai kelancaran transisi kepemimpinan dan konsistensi kebijakan moneter BI.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kiri) bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) dan Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: ANTARA FOTO/Marco

Penunjukan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI juga dipandang krusial untuk menjaga kontinuitas dan stabilitas institusional. Destry, dengan rekam jejaknya sebagai ekonom dan pengalamannya dalam perumusan kebijakan moneter, diharapkan memberikan sinyal kesinambungan kepada investor. Selain itu, koordinasi yang erat antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan menopang pertumbuhan akan menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan investor.

Usai Ditunjuk Jadi Pj Gubernur Sementara BI, Destry Bakal Rapat dengan Purbaya

Pejabat (Pj) Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, dijadwalkan akan segera mengadakan pertemuan dengan Menteri Keuangan Yudhi Sadewa menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Leonard Marbun mengonfirmasi rencana pertemuan ini, mengindikasikan pentingnya koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal, terutama dalam periode transisi kepemimpinan di bank sentral.

Mendagri Tito Karnavian memberi sambutan pada acara Pencanangan Gerakan Nasional Pelayanan Publik di Kantor KemenPAN-RB Jakarta, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Sebelumnya pada Senin, Menteri Keuangan Yudhi Sadewa telah menggelar rapat dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang memiliki dampak ekonomi langsung, termasuk anggaran rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera, pencairan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk pemerintah daerah, serta potensi peningkatan Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah yang menghadapi kendala likuiditas akibat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minim, yang bahkan memengaruhi kemampuan pembayaran gaji ASN.

Rangkaian pertemuan ini menyoroti fokus pemerintah dan bank sentral pada stabilitas ekonomi domestik, di tengah dinamika perubahan kepemimpinan BI. Koordinasi yang solid antarlembaga menjadi esensial untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan kelangsungan kebijakan makroekonomi, terutama dalam mengelola dampak potensial dari fluktuasi global dan menjaga fundamental ekonomi nasional.

instagram embed