Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Populer: Pertamina Pastikan Tak Ada BBM Oplosan; Izin Impor Shell Terlambat
27 Februari 2025 6:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), memastikan proses blending di Terminal BBM bukan oplosan antara BBM Pertamax (RON 92) dan Pertalite (RON 90). Kabar tersebut menjadi salah satu berita paling banyak dibaca sepanjang Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
Ada juga kabar soal Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Ingrid Siburian menjelaskan, kelangkaan BBM terjadi karena adanya hambatan pada sisi suplai atau rantai pasok. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis:
Pertamina Pastikan Tak Ada BBM Oplosan
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menegaskan tidak ada pengoplosan BBM Pertamax, sehingga kualitas Pertamax dipastikan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah yakni RON 92.
“Produk yang masuk ke terminal BBM Pertamina merupakan produk jadi yang sesuai dengan RON masing-masing, Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92. Spesifikasi yang disalurkan ke masyarakat dari awal penerimaan produk di terminal Pertamina telah sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
Heppy melanjutkan, proses pengolahan yang dilakukan di terminal utama BBM adalah proses injeksi warna (dyes) sebagai pembeda produk agar mudah dikenali masyarakat. Selain itu juga ada injeksi additive yang berfungsi untuk meningkatkan performa produk Pertamax.
Jadi bukan pengoplosan atau mengubah RON. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax," tegas Heppy.
Izin Impor Telat Alasan Stok Shell Langka
Ingrid Siburian buka suara soal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Shell pada Januari 2025.
“Karena yang dapat kami fokuskan adalah hal-hal yang memang dapat kami kendalikan. Yaitu pertama, kami telah menyampaikan permohonan neraca komoditas untuk tahun 2025. Bagian dasar untuk mendapatkan persetujuan support pada bulan September 2024,” kata Ingrid dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
Setelah itu, Shell mengajukan permohonan neraca komoditas dan melakukan koresponden dengan Kementerian ESDM.
Ingrid mengatakan, neraca komoditas didapatkan pada tanggal 20 Januari 2025 dan persetujuan impor didapatkan di 23 Januari 2025. Akan tetapi, pada saat Shell mendapatkan neraca komoditas tersebut, sekitar 25 persen dari SPBU Shell sudah kehabisan stok BBM.
Pihaknya berusaha memitgasi dengan cara membagi stok namun tidak sampai kehabisan stok untuk setiap daerah. Setelah mendapatkan pertujuan, Shell melakukan upaya percepatan untuk produk BBM sehingga dapat distribusikan sesegera mungkin.