Populer: Pizza Hut Terimbas Boikot Produk Israel; Pengusaha Diminta Tidak PHK

10 Desember 2023 6:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
Ilustrasi logo Pizza Hut Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logo Pizza Hut Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Manajemen Pizza Hut curhat terkait kondisi bisnis perusahaan akibat adanya boikot barang atau produk yang dituding terafiliasi dengan Israel. Kabar ini menjadi berita populer di kumparanBISNIS pada hari Sabtu (9/12).
ADVERTISEMENT
Kabar lainnya yang ramai dibaca publik yaitu Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) meminta pengusaha Indonesia yang terdampak gerakan boikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel tidak mengancam PHK. Berikut rangkumannya:

Pizza Hut Terimbas Boikot Produk Israel

Di Indonesia, Pizza Hut berada di bawah naungan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA). Direktur PZZA, Boy Ardhitya Lukito, mengatakan simpang siur informasi produk pro Israel itu berimbas pada turunnya kinerja penjualan Pizza Hut.
Menurut dia, pemerintah lambat dalam menangani permasalahan boikot ini, sehingga kinerja perusahaan di berbagai industri telanjur terdampak atas hal ini.
“Kelambatan kehadiran pemerintah untuk segera mengklarifikasi atau menjembatani dari apa teriakan-teriakan masyarakat atau tuduhan masyarakat dengan kenyataan yang faktual yang kenyataan sebenarnya jadinya memang berimbas ke semuanya,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Nothing but Stuffed Crust Pizza Hut Foto: Dok.PizzaHut
Direktur Utama PZZA, Hadian Iswara menyebut kinerja PZZA terdampak dengan adanya aksi boikot ini. Dia bilang, meskipun pemerintah tidak secara gamblang menjelaskan produk mana saja yang diharamkan karena mendukung agresi Israel, namun Pizza Hut tetap masuk ke dalam deretan produk boikot tersebut.

Pengusaha Diminta Tak Ancam PHK

Massa yang tergabung dari berbagai serikat buruh Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa dan menutup akses Jalan Dr. Djunjunan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/11/2023). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat, menyebut adanya Undang Undang Cipta Kerja membuat pengusaha lebih mudah melakukan PHK dan praktik kerja kontrak dan outsourcing.
"Kekhawatiran pengusaha itu terlalu mengada-ada dan berlebihan. Karena faktanya, PHK sepihak dan massal sudah banyak dilakukan oleh pengusaha sebelum adanya gerakan boikot Israel!" tegasnya melalui keterangan resmi, Sabtu (9/12).
"Pengusaha jangan lah cari-cari kambing hitam, seolah-olah adanya gerakan boikot Israel ini menjadi alasan PHK massal di Indonesia," sambung Mirah.
ADVERTISEMENT
Mirah menyatakan, akar penyebab maraknya PHK massal di Indonesia bukan pada gerakan boikot Israel, tapi karena pemerintah yang membuat regulasi yang semakin memudahkan PHK dengan menurunkan nilai pesangon, serta pengusaha yang ingin menekan biaya kesejahteraan pekerja.
"Boikot Israel adalah perjuangan minimal yang bisa dilakukan oleh rakyat Indonesia untuk ikut mewujudkan perdamaian dunia. Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," ucap Mirah.