Kumparan Logo

Populer: PM Singapura Sumbang Kenaikan Gaji; Harga Minyak Dunia Memanas

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menghadiri KTT ASEAN Plus Tiga (APT) ke-28 selama KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia (27/10/2025). Foto: Vincent Thian/POOL/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menghadiri KTT ASEAN Plus Tiga (APT) ke-28 selama KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia (27/10/2025). Foto: Vincent Thian/POOL/AFP

Rencana Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendonasikan seluruh kenaikan gajinya selama lima tahun ke depan menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (9/9). Selain itu, terdapat kabar mengenai lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta aksi pembatasan dagang terhadap Israel oleh 12 negara. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

PM Singapura Sumbangkan Semua Kenaikan Gajinya selama 5 Tahun untuk Amal

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengumumkan komitmennya untuk mendonasikan seluruh kenaikan gajinya selama lima tahun ke depan untuk kegiatan amal. Langkah ini diambil guna menegaskan bahwa penyesuaian upah pejabat politik di Singapura murni dilakukan demi kepentingan jangka panjang negara. Melalui kebijakan terbaru ini, gaji tahunan perdana menteri akan naik signifikan dari SGD 2,2 juta menjadi SGD 3,6 juta, termasuk komponen bonus nasional.

Dengan selisih kenaikan mencapai SGD 1,4 juta per tahun, total dana yang akan disumbangkan Wong selama masa jabatan lima tahun diproyeksikan menembus SGD 7 juta. Penyesuaian ini juga berdampak pada gaji menteri yang direvisi naik menjadi SGD 1,8 juta dari sebelumnya SGD 1,1 juta.

Langkah filantropi politik ini mengikuti jejak pendahulunya, Lee Hsien Loong, yang pada periode 2007 hingga 2012 mendonasikan akumulasi kenaikan gajinya ke berbagai sektor publik, seperti rumah sakit komunitas, panti jompo, dan dana abadi pendidikan siswa berprestasi.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong berjalan di antara pertemuan selama Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia (27/10/2025). Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP

12 Negara Batasi Dagang dengan Israel, Harga Minyak Memanas Nyaris USD 100/Barel

Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali memicu guncangan pada pasar energi global, dengan harga minyak mentah Brent melonjak mendekati level psikologis USD 100 per barel setelah ditutup pada posisi USD 98 per barel.

Kenaikan tajam ini dipicu oleh serangan kelompok Houthi ke kilang minyak Jazan milik Arab Saudi berkapasitas 400.000 barel per hari, serta laporan ledakan di Kharg Island yang merupakan hub ekspor utama Iran. Akibat konflik yang memanas, volume minyak yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan menyusut drastis hingga 50 persen menjadi hanya sekitar 10 juta barel per hari.

Ladang minyak Aramco di Gurun Rub' al Khali, Shaybah, Arab Saudi, 12 Januari 2024. Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed

Di sisi lain, tekanan diplomatik terhadap Israel meningkat setelah 12 negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Kanada, secara resmi mendukung pembatasan perdagangan dengan permukiman ilegal di Tepi Barat. Langkah proteksionisme politik ini direspons keras oleh Israel yang mengancam akan menutup konsulat Inggris di Yerusalem Timur.

Di pasar komoditas, ketidakpastian pasokan ini diperparah oleh penurunan persediaan minyak global secara cepat serta lonjakan harga produk olahan seperti diesel Eropa yang mendekati USD 200 per barel, meningkatkan kekhawatiran bank sentral global terhadap risiko inflasi yang persisten.

instagram embed