Kumparan Logo

Populer: Prabowo Bentuk Koperasi Desa Merah Putih hingga Panggil Konglomerat RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan konglomerat RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (7/3). Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan konglomerat RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (7/3). Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto kembali mengundang para konglomerat untuk hadir ke Istana Negara. Kabar ini menjadi salah satu berita paling banyak dibaca sepanjang Jumat (7/3).

Tak hanya itu, ada juga kabar tentang Prabowo yang membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis:

Prabowo Panggil Konglomerat

Pantauan di lokasi, tampak hadir Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Sugianto Kusuma (Aguan), Anthony Salim, Boy Thohir, Anindya Bakrie, Chairul Tanjung (CT), James Riady, hingga Hilmi Panigoro.

Lalu, tampak hadir juga Franky Oesman Widjaja, Prajogo Pangestu, Tomy Winata. Mereka semua kompak datang dengan setelan jas dan dasi.

"Danantara, Makan Bergizi Gratis, perumahan, terus ya kita semua apa para pengusaha dan Kadin men-support karena memang itu bagus sekali untuk Indonesia lah," kata Boy Thohir.

Prabowo Bentuk Koperasi Desa Merah Putih

instagram embed

Prabowo Subianto akan membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa koperasi ini akan berfungsi sebagai solusi terpadu dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian desa.

"Apa tugasnya koperasi ini? Salah satunya di antaranya adalah mereka membeli cold storage-nya untuk menyimpan. Ada gudang gerai-gerai segala macam. Apotek. Jadi one-stop system ini, one-drop system, one-stop solution," ujar Tito dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/3).

Tito menegaskan koperasi ini bertujuan untuk menyerap hasil pertanian masyarakat desa dengan harga yang telah dipatok pemerintah. Dengan demikian, para petani tidak akan mengalami kerugian akibat harga jual yang rendah di pasaran.

Menurut Tito, koperasi ini perlu dibentuk di semua desa dan akan mendapat dukungan dari pemerintah. Dana yang dibutuhkan untuk setiap koperasi mencapai Rp 5 miliar, yang akan digunakan untuk pembangunan cold storage, gudang, serta manajemen operasional.

"Dan nanti kita akan sampaikan kepada desa. Dan juga akan kita sampaikan ada dukungan dari pemerintah nantinya. Di antaranya dari Bank Himbara. Kalau saya tidak salah sekitar Rp 5 miliaran dibutuhkan untuk kepentingan itu, seperti cold storage, gudang, dan lain-lain," ungkapnya.