Kumparan Logo

Populer: Prabowo Janji Benahi Sawah Rusak di Aceh, Penyebab Rekening Menyusut

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan  Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kanan) dan Bupati Bireuen Mukhlis (tengah) saat mengunjungi posko pengungsian bencana alam di Desa Belee Panah, Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kanan) dan Bupati Bireuen Mukhlis (tengah) saat mengunjungi posko pengungsian bencana alam di Desa Belee Panah, Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan membantu para petani terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera. Kabar ini menjadi salah satu berita paling banyak dibaca sepanjang Minggu (7/12).

Tak hanya itu, ada juga kabar tentang jumlah rekening simpanan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tercatat menurun pada periode terbaru. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis:

Prabowo Janji Benahi Sawah Rusak

Prabowo mengatakan, ada dua langkah yang akan dilakukan, yakni rehabilitasi sawah yang rusak dan penghapusan utang KUR (Kredit Usaha Rakyat) para petani.

“Sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi. Dan sudah dilaporkan ke saya, petani-petani enggak usah khawatir. Kalau sawahnya rusak, kita akan bantu perbaiki,” ujar Prabowo saat meninjau kondisi Jembatan Bailey Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12).

Prabowo juga berjanji akan mengirim pangan ke sini karena karena stok cadangan beras pemerintah masih banyak. Selain pemulihan lahan, dia juga memastikan beban utang petani akan dihapus, mengingat situasi bencana alam yang bersifat memaksa.

“Kemudian utang-utang KUR, karena ini keadaan alam ya, akan dihapus. Petani enggak usah khawatir. Karena ini bukan kelalaian tapi keadaan memaksa, force majeure,” katanya.

Foto udara kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Jumat (5/12/2025). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

Penyebab Rekening Menyusut

Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Dimas Yuliharto, menjelaskan fenomena rekening dormant menjadi faktor yang paling terlihat dari penyusutan jumlah rekening yang dijamin. Menurutnya, sejumlah bank, terutama bank-bank besar, mengambil langkah penertiban dengan menutup rekening tidak aktif secara otomatis.

“Untuk yang data memang kalau memang kalau dilihat dari data di website LPS ya menjadi penurunan dari 662,08 juta rekening menjadi 657,19 juta rekening (per September),” kata Dimas kepada wartawan di Dago, Bandung, dikutip Minggu (7/12).

Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Dimas Yuliharto. Foto: Dok. Humas LPS

“Ini terjadi kebijakan rekening dormant ya, waktu itu mencuat rekening dormant sehingga bank-bank itu mencoba untuk membuat kebijakan bagaimana rekening dormant ini close by system,” imbuhnya.

Ia mengatakan setiap bank memiliki masa tenggang berbeda untuk menentukan status dormant. “Ada yang 180 hari dan sebagainya ini salah satunya,” katanya.

Mencuatnya isu rekening dormant sepanjang tahun membuat bank-bank melakukan evaluasi internal terhadap rekening tidak aktif. Penutupan otomatis atau penonaktifan oleh sistem diterapkan untuk memperbaiki kualitas data dan meminimalkan risiko penyalahgunaan rekening yang jarang digunakan.

instagram embed