Populer: Prabowo Mau Tutup 700 BUMN; Danantara Bakal Gabung PTPP dan ADHI

Target penutupan 700 BUMN oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (31/8). Selain itu, Danantara mempercepat rencana merger sejumlah BUMN Karya seperti PT PP dan Adhi Karya pada tahun ini. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Prabowo Target Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026, Hemat Rp 100 Triliun
Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah efisiensi anggaran secara agresif dengan menargetkan penutupan sedikitnya 700 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga 31 Desember 2026. Kebijakan rasionalisasi ini menyasar entitas pelat merah yang dinilai tidak menguntungkan, berkinerja buruk, serta terus mencatatkan kerugian finansial.
Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun masa pemerintahan berjalan, pemerintah tercatat telah melikuidasi 290 BUMN tidak produktif dan berhasil menghemat anggaran negara sebesar Rp 50 triliun. Melalui pemangkasan skala besar berikutnya, jumlah BUMN diproyeksikan menyusut drastis hingga hanya menyisakan sekitar 200 hingga 250 BUMN yang dinilai sehat secara keuangan dan operasional.
Langkah penutupan 700 BUMN ini diestimasikan mampu memangkas pengeluaran rutin negara hingga Rp 100 triliun, terutama dari pos alokasi gaji direksi dan komisaris. Dana hasil penghematan restrukturisasi korporasi negara ini selanjutnya akan dialihkan sepenuhnya untuk program jaring pengaman sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Danantara Percepat Merger BUMN Karya, PT PP dan Adhi Karya Digabung Tahun Ini
Danantara mempercepat langkah restrukturisasi sektor infrastruktur pelat merah melalui konsolidasi berskala besar. Skema percepatan ini berfokus pada penggabungan PT PP (Persero) Tbk dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang ditargetkan terealisasi pada kuartal keempat tahun ini.
Secara keseluruhan, program konsolidasi ini mengintegrasikan 7 BUMN Karya utama, termasuk Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya, menjadi hanya 3 entitas yang bertahan. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi penyehatan sektor konstruksi yang saat ini tengah menghadapi tekanan likuiditas dan beban utang yang tinggi.
Meskipun proses merger ini sempat tertunda dari target awal pada Juni 2026 akibat proses restrukturisasi utang yang kompleks, Danantara memastikan penyesuaian operasional ini berjalan lancar. Proses integrasi korporasi tersebut dipastikan tidak akan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi para karyawan di masing-masing perseroan.
