Kumparan Logo

Populer: RI Buka Pintu Asing Usai QRIS Disorot AS; Apple Mau Pindah Pabrik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembayaran melalui QRIS atau QR Code. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembayaran melalui QRIS atau QR Code. Foto: Shutterstock

Kabar mengenai Indonesia yang membuka akses untuk Operator pembayaran asing setelah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) disorot oleh Amerika Serikat (AS) sebagai hambatan perdagangan menjadi salah satu berita populer di kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (26/4).

Selain itu ada juga informasi mengenai Apple yang mau memindahkan basis produksinya. Berikut rangkumannya.

Indonesia Buka Akses untuk Operator Pembayaran Asing

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia tetap memberikan ruang bagi pelaku global untuk terlibat dan tidak ada perubahan kebijakan terkait perlakuan terhadap operator asing dalam sistem pembayaran nasional.

Pernyataan ini diutarakan Airlangga setelah AS menyoroti sistem pembayaran QRIS dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sebagai hambatan perdagangan dan menyoroti minimnya keterlibatan perusahaan asing saat penyusunan aturan QRIS dan hambatan kompatibilitas dengan sistem pembayaran global.

“Indonesia sebetulnya terbuka untuk para operator luar negeri termasuk Mastercard atau Visa,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (25/4).

Pertemuan Menko Airlangga dan tim negosiasi tarif Indonesia AS dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent di Washington, DC pada Kamis (24/4/2025). Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

Airlangga juga memastikan saat ini regulasi yang berlaku juga tidak bersifat diskriminatif dengan peluang kerja sama yang tetap terbuka bagi pelaku asing. Syaratnya, selama mereka bersedia mematuhi ketentuan yang ditetapkan di Indonesia.

Selain soal QRIS, poin-poin yang tengah dinegosiasikan Airlangga bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah soal tawaran tambahan impor komoditas strategis AS seperti minyak dan gas (migas) serta produk pangan.

Namun, Airlangga menegaskan bahwa skema tawaran Indonesia tersebut belum bersifat final. Sebab daftar spesifik produk pertanian dan meja yang akan diajukan masih dalam tahap pembahasan. “(Tawaran) itu masih merupakan hal yang dinamis. Jadi, bukan posisi yang statis,” ujar Airlangga.

instagram embed

Di sisi lain, beberapa waktu lalu ramai isu mengenai kawasan Mangga Dua yang sempat disorot AS sebagai salah satu hambatan perdagangan. Hanya saja menurut Airlangga, Mangga Dua tidak masuk dalam pembahasan. “Tidak ada pembahasan soal Mangga Dua, jadi ini tidak ada detail inti,” ucap Airlangga.

Ia menyampaikan bahwa inti dari negosiasi antara Indonesia dan AS terletak pada upaya memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, bukan pada isu-isu sektoral yang dianggap bukan prioritas strategis saat ini.

Pemerintah juga menitikberatkan perhatian pada pengembangan industri nasional, antara lain melalui dorongan terhadap inovasi teknologi, pemanfaatan energi hijau, peningkatan kualitas SDM, serta perluasan akses ke pasar global.

Apple Akan Memindahkan Basis Produksi Imbas Tarif AS

Ilustrasi Apple. Foto: REUTERS/Aly Song

Apple Inc. berencana untuk memindahkan produksi iPhone yang dijual di Amerika Serikat dari China ke India, paling cepat mulai tahun 2026. Penyebabnya adalah terus meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China

“Apple (AAPL.O) berencana untuk memindahkan perakitan semua iPhone yang dijual di AS ke India paling cepat tahun depan,” tulis Reuters, mengutip laporan Financial Times pada Jumat (25/4).

Sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Apple terpaksa harus memutar otak untuk mempertimbangkan opsi diversifikasi rantai pasok, imbas perang dagang antara China dengan AS ini.

instagram embed

Meskipun China telah menuntut AS agar semua tarif sepihak seiring dengan munculnya sinyal kemungkinan meredanya ketegangan dagang antara kedua negara.

China juga akan membebaskan sejumlah produk dari tarif sebesar 125 persen. Salah satu komoditas yang tengah dipertimbangkan adalah peralatan medis dan beberapa bahan kimia industri seperti etana. Selain itu, para pejabat juga tengah membahas penghapusan tarif sewa pesawat.

Menurut sumber lain, daftar pengecualian diprediksi masih terus berubah dan diskusi mungkin tidak akan berlanjut.