Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Populer: Rumus Tarif Impor Trump; AS Nego China Jual TikTok
5 April 2025 6:19 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Rumus tarif impor yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump menjadi salah satu berita paling banyak dibaca sepanjang Jumat (4/4).
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, ada juga kabar tentang Donald Trump mengatakan China bisa mendapatkan keringanan tarif impor, asalkan negara Tirai Bambu itu menyetujui kesepakatan penjualan aplikasi TikTok (ByteDance) yang selama ini menjadi perdebatan. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis:
Rumus Tarif Impor Trump
Rumusnya sederhana yaitu angka defisit perdagangan barang AS dengan suatu negara dibagi dengan ekspor negara tersebut ke AS. Lalu angka ini ubah menjadi persentase; kemudian bagi angka tersebut menjadi dua untuk menghasilkan tarif "resiprokal" AS, dengan batas bawah 10 persen.
"Itulah sebabnya wilayah vulkanik Australia, Heard Island dan Kepulauan McDonald di Antartika, dikenakan tarif 10 persen. Bisa dibilang, para penguin cukup beruntung,"demikian analisis Reuters, Kamis (4/4).
Jika negara tidak berpenghuni kena 10 persen, Madagaskar, yang memiliki rakyat dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita hanya sekitar USD 500, justru kena tarif 47 persen. Produk ekspor vanila, logam, dan pakaian mereka senilai USD 733 juta ke AS tahun lalu akan berdampak parah tahun ini.
ADVERTISEMENT
"Sepertinya tidak ada yang membeli Tesla di sana," kata John Denton, kepala Kamar Dagang Internasional (ICC), kepada Reuters, sambil menyindir betapa mustahilnya Madagaskar bisa membuat senang Trump dengan membeli produk mewah AS.
Madagaskar bukan satu-satunya korban. Ketidaktepatan formula ini juga menyasar negara-negara yang tidak memiliki kemampuan mengimpor banyak barang dari AS seperti Lesotho. Negara di Afrika Selatan itu malah dikenakan 50 persen. Hal yang sama juga terjadi di Asia Tenggara, negara seperti Kamboja yang ekonominya tidak begitu maju, diganjar 49 persen oleh Trump.
"Negara-negara yang paling dirugikan ada di Afrika dan Asia Tenggara. Kebijakan ini berisiko semakin merusak prospek pembangunan negara-negara yang sudah menghadapi kondisi perdagangan yang semakin buruk," terangnya.
ADVERTISEMENT
AS Nego China Jual TikTok
China mendapat genderang perang dagang Trump di posisi atas dengan tarif timbal balik sebesar 34 persen. Saat ini ada tekanan yang signifikan dari AS untuk ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menjual aplikasi tersebut di negara Paman Sam sebelum batas waktu 5 April 2025, atau menghadapi potensi larangan.
Trump bakal menggunakan TikTok sebagai contoh bagaimana tarif dapat digunakan untuk bernegosiasi dengan negara lain.
“Kita bisa menggunakan tarif untuk mendapatkan sesuatu sebagai balasannya,” kata Trump.