Kumparan Logo

Populer: Sarmuji Resmi Jadi Menperin; Danantara Dahulukan Merger 4 BUMN

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Serah Terima Jabatan Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji dari Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (2/10/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Serah Terima Jabatan Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji dari Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (2/10/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Pelantikan Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian baru menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (2/10).

Selain itu, rencana merger sejumlah BUMN Karya oleh Danantara juga menarik perhatian publik. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Sarmuji Resmi Jadi Menperin, Minta Dilayani dengan Sederhana

Muhammad Sarmuji resmi menjabat sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, yang telah memimpin kementerian tersebut selama 7 tahun sejak era pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo.

Pelantikan politikus Partai Golkar yang juga merupakan anggota DPR RI periode 2024-2029 dari daerah pemilihan Jawa Timur VI ini dilakukan pada Kamis (1/10), dilanjutkan dengan serah terima jabatan resmi pada Jumat (2/10).

"Alhamdulillah pada hari ini kita bisa melakukan serah terima jabatan dari Menteri Senior Pak Agus Gumiwang Kartasasmita ke saya. Mudah-mudahan dengan kedekatan kami transisi ini berjalan mulus, ada bagi pengalaman, dan saya tetap berharap ada masukan, saran, nasehat," katanya dalam sambutannya, Jumat (2/10).

Dalam arahannya, Sarmuji menekankan pentingnya sektor industri sebagai kontributor vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Guna mendorong optimalisasi tersebut, ia merencanakan kolaborasi erat dengan kementerian sektoral lainnya, seperti Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, dan Kementerian Pertanian.

Menperin baru ini juga meminta jajarannya bekerja tanpa sekat protokoler serta membatasi pelayanan yang berlebihan untuk menjaga efisiensi koordinasi.

"Saya umumkan di sini, jangan memberi penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Nanti penghormatan yang berlebih, pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua, akan mempertajam dinding-dinding yang membatasi kita," tegas Sarmuji.

Danantara Dahulukan Merger 4 BUMN Karya Ini, WIKA-Waskita Belakangan

Ilustrasi Danantara Indonesia. Foto: Dok. Danantara

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mempercepat langkah konsolidasi sektor infrastruktur dengan memprioritaskan merger atas 4 dari 7 BUMN Karya yang direncanakan. Empat perusahaan plat merah yang dinilai paling siap untuk digabungkan dalam waktu dekat ini adalah PT PP (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa konsolidasi empat perusahaan tersebut dilakukan terlebih dahulu karena prosesnya yang relatif lebih mudah. Sebaliknya, proses restrukturisasi untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk baru akan dijalankan pada tahap berikutnya karena membutuhkan penanganan khusus terkait penurunan tingkat utang (leverage) serta investasi aset baru, sementara Hutama Karya saat ini tercatat dalam kondisi keuangan yang sehat.