Populer: Sektor Properti Terancam Runtuh: Tol JORR S Dipasangi Sensor MLFF

25 Oktober 2022 5:54
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi rumah dengan KPR bersubsidi. Foto: Dok. Kementrian PUPR
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rumah dengan KPR bersubsidi. Foto: Dok. Kementrian PUPR
ADVERTISEMENT
Bisnis sektor properti yang terancam runtuh imbas Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi berita yang banyak dibaca di kumparanBisnis sepanjang Senin (24/10).
ADVERTISEMENT
Selain itu, ada juga kabar soal pemasangan tiang sensor sistem pembayaran tol non-tunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road atau Tol JORR.
Berikut rangkuman selengkapnya berita populer di kumparanBisnis:

Sektor Properti Terancam Runtuh

Bisnis properti menjadi salah satu sektor yang terancam runtuh imbas Bank Indonesia menaikkan suku bunga 50 basis poin atau 0,5 persen menjadi 4,75 persen. Hal itu membuat perbankan berpotensi menaikkan suku bunga, termasuk bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida, menyebut sampai saat ini KPR secara umum belum mengalami kenaikan. Namun jika suku bunga acuan terus naik, sektor properti di Indonesia bisa runtuh.
ADVERTISEMENT
"Pemerintah harus bisa coba tekan suku enggak, kalau tidak bisa muncul krisis juga di sektor properti. Indonesia masih masuk kelima paling stabil di dunia dalam ancaman resesi, tapi itu harus usaha dipertahankan. Kalau tidak, biaya KPR bisa bisa membengkak margin spread-nya akan terlalu lebar," katanya kepada kumparan, Senin (24/10).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sementara itu, Ekonom INDEF Eko Listiyanto mengatakan KPR akan terkena dampak kenaikan suku bunga dari dua sisi, yakni peminjaman selektif dari pihak bank serta biaya beli rumah yang meningkat. Menurutnya, biaya produksi properti dapat meningkat karena rupiah melemah akibat bunga naik. Sektor properti dinilai belum berhasil pulih saat perusahaan masih mencoba untuk menutup kerugian imbas COVID-19.

Tol JORR Dipasangi Sensor MLFF

Uji coba bayar tol tanpa berhenti tahun 2017. Foto: dok. Edoward JC via Facebook
zoom-in-whitePerbesar
Uji coba bayar tol tanpa berhenti tahun 2017. Foto: dok. Edoward JC via Facebook
Kementerian PUPR mulai mematangkan uji coba sistem bayar tol tanpa berhenti yang ditargetkan mulai akhir 2022. Terbaru, Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road atau Tol JORR S sudah mulai dipasangi tiang sensor sistem pembayaran tol non-tunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF).
ADVERTISEMENT
Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan penerapan sistem MLFF akan dilakukan secara bertahap di beberapa ruas tol. Adapun ruas mana yang akan diujicobakan, masih dalam tahap pembahasan.
"Untuk tahap awal implementasi dimulai dengan masa transisi pada beberapa ruas jalan tol, di mana sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih dapat menggunakan kartu tol elektronik," ujar Danang melalui keterangan tertulis, Senin (24/10).
Pemasangan tiang sensor (gantry) MLFF di Tol JORR S KM33+635 pada Minggu (23/10) sampai dengan Senin (24/10). Sebelumnya, pemasangan pertama tiang sensor telah dilakukan di Tol Jagorawi KM 18+370 arah Ciawi pada 19-20 Oktober 2022.
Dengan diberlakukannya MLFF, ruas tol akan sepenuhnya menjadi jalan bebas hambatan atau tidak ada lagi pembatas di gerbang tol. Lalu lintas di jalan tol akan diawasi dengan dukungan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS). Gantry ini bekerja dengan cara mengidentifikasikan seluruh kendaraan yang lewat, kemudian akan mengirim data ke pusat.
ADVERTISEMENT
Secara otomatis, gantry akan memeriksa apakah kendaraan terdaftar, sudah membayar, dan memverifikasi apakah kendaraan melakukan pelanggaran atau tidak.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020