Populer: Shell Turunkan Harga BBM; Deretan Investasi Astra International

7 Agustus 2022 6:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi SPBU Shell Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SPBU Shell Foto: Sena Pratama/kumparan
ADVERTISEMENT
Shell Indonesia menurunkan harga produk Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU menjadi berita yang paling banyak dibaca sepanjang Sabtu (6/8).
ADVERTISEMENT
Selain itu, ada kabar soal deretan rencana bisnis PT Astra International Tbk (ASII) membeberkan rencana bisnis yang semakin ekspansif di tahun ini. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBISNIS.
Shell Indonesia Turunkan Harga BBM
Penurunan harga BBM di Shell Indonesia terjadi di tengah semakin landainya harga minyak mentah dunia.
Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menjelaskan penentuan harga BBM milik Shell dilakukan sesuai dengan formula yang ditentukan Kementerian ESDM, melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62.K/12/MEM/2020.
Berdasarkan beleid tersebut, untuk jenis Bensin di bawah RON 95 dan jenis Minyak Solar CN 48 dengan rumus Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus + Rp 1.800 per liter + margin (10 persen dari harga dasar).
ADVERTISEMENT
Sementara untuk jenis Bensin RON 95, jenis Bensin RON 98, dan jenis Minyak Solar CN 51 ditetapkan dengan rumus MOPS atau Argus + Rp 2.000 per liter + Margin (10 persen dari harga dasar).
"Jadi Shell itu dalam menentukan harga adalah kita selalu comply dengan formula harga yang diberikan oleh pemerintah," jelasnya kepada wartawan di JCC Senayan, Sabtu (6/8).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ingrid melanjutkan, selain mengikuti formula penentuan harga dasar BBM umum, Shell juga tetap mempertimbangkan faktor lain, yakni harga produk minyak olahan, fluktuasi nilai tukar mata uang, pajak, bea cukai, biaya distribusi, biaya operasional, dan kinerja perusahaan.
Rencana Bisnis Investasi Astra International
PT Astra International Tbk (ASII) akan berinvestasi di banyak sektor, mulai dari sektor kesehatan, keuangan, logistik, hingga perusahaan rintisan (startup).
ADVERTISEMENT
Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti, mengungkapkan saat ini perseroan tengah melakukan investasi di salah satu rumah sakit terbesar di Indonesia, yaitu RS Hermina.
Per Juni 2022, Astra telah resmi menggenggam lebih dari 5 persen saham RS Hermina PT Medikaloka Hermina Tak (HEAL). Atas aksinya ini Astra mengeluarkan dana hingga Rp 102,7 miliar.
Kemudian, lanjut Tira, Astra juga melihat adanya peluang investasi dalam sektor digital. Untuk itu, Perseroan melakukan investasi ke dalam startup Sayurbox senilai USD 5 juta.
Di sisi lain, Astra International melakukan investasi pada salah satu lini bisnis berbasis teknologi, Paxel. Diketahui nilai investasi yang diberikan mencapai USD 14,5 juta.
Tidak hanya itu, perusahaan juga telah melakukan share subscription agreement untuk mengambil bagian atas saham-saham baru di PT Bank jasa Jakarta sebesar 49,56 persen atau setara dengan Rp 3,9 triliun.
ADVERTISEMENT
Untuk mendukung ekspansi bisnis yang kian masif tersebut, Astra akan menambah belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp 25 triliun. Belanja modal itu sudah termasuk investasi untuk bank digital melalui akuisisi Bank Jasa Jakarta.