Kumparan Logo

Populer: Taylor Swift Raup Rp 195 M per Malam; Akhir Damai Kasus Kasir Indomaret

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Taylor Swift menang Top Female Artist Foto: Steve Marcus
zoom-in-whitePerbesar
Taylor Swift menang Top Female Artist Foto: Steve Marcus

Konser dunia bertajuk The Eras Tour yang digelar Taylor Swift membuatnya meraup pendapatan Rp 195 miliar per malam. Ini menjadi berita paling banyak dibaca sepanjang Rabu (5/7).

Selain itu, ada kabar soal kasus viral kasir Indomaret yang tak memberikan uang kembalian berakhir damai. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis.

Taylor Swift Raup Rp 195 miliar per Malam

Pollstar, publikasi khusus seputar industri musik dan konser, menyebut Konser The Eras Tour memberikan bayaran kepada Taylor Swift rata-rata USD 13 juta per malam. Angka itu setara Rp 195 miliar.

"Dihitung dari total penjualan tiket, Taylor Swift bakal mengantongi bayaran tak kurang dari USD 13 juta per malam. Angkanya masih bisa bertambah. Itu menempatkannya sebagai musisi berpenghasilan tertinggi dalam sejarah musik," tulis Pollstar dikutip Rabu (5/7).

The Eras Tour sendiri berlangsung selama lebih dari setahun. Rangkaian konser dimulai dari Glendale, Arizona, pada 17 Maret 2023 akan berakhir pada di London, Inggris, pada 17 Agustus 2024. Di Asia, Taylor Swift hanya menggelar konser di Singapore National Stadium, selama enam hari di Maret 2024.

Total pemasukan yang diperoleh dari rangkaian konser itu ditaksir mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 15 triliun. Sebagian besar hasil penjualan tiket digunakan untuk ongkos produksi konser. Pemasukan itu pun belum termasuk hasil penjualan berbagai suvenir resmi The Eras Tour.

Tur konser tersebut juga meningkatkan ekonomi di semua negara yang disinggahi Taylor Swift. Selai dari transaksi penjualan tiket, tentunya mendongkrak industri pariwisata, tingkat hunian hotel, serta transaksi di resto dan kafe.

Akhir Damai Kasus Viral Kasir Indomaret

Ilustrasi Indomaret. Foto: Shutterstock

Manajemen PT Indomarco Prismatama atau Indomaret menindaklanjuti kasus kasir yang tidak memberikan uang kembalian. Kasus itu viral di media sosial.

Dari cuitan Twitter @nskcthi, salah satu staf divisi development dari manajemen Indomaret di Yogyakarta bernama Catur menemui korban. Korban awalnya mengeluh ada tambahan 2 kantong plastik yang tertulis dalam struk.

Pemilik akun @nkscthi merasa senang karena keluhannya ditanggapi oleh Indomaret. Ia awalnya menyangka pihak minimarket itu tidak akan menanggapi seserius ini, sampai rela datang untuk bertemu langsung.

“Dari 3 hal yang jadi fokusku di thread ini, yaitu: 1. Kejujuran kasir: SELESAI. Aku sekaligus meminta kasir yang melayani pada malam itu tidak diberi hukuman apa pun. Bagaimana pun, dalam sebuah kerja tim, ia tidak bisa disalahkan 100 persen. Aku juga menyampaikan permintaan maafku pada Mbak Septi (kasir yang melayaniku) melalui Mas Catur,” ungkap pemilik akun tersebut.

Korban menyimpulkan penanganan kasus Indomaret melalui tim yang berada di Yogyakarta telah selesai. Kasus ini telah disepakati oleh kedua belah pihak secara baik.

Awalnya korban mengeluh total belanjaan di Indomaret mencapai Rp 92.000. Namun setelah dicek kembali, ia telah belanja barang dengan total senilai Rp 91.900.

“Ternyata ada tambahan item 2 kantong plastik. Padahal yang aku dapet cuma 1 kantong plastik. Kenapa masih ditambahin 1 item kantong plastik yang enggak ada wujudnya? Buat apa? Nombokin? Cari untung? Atau? Kalo ditotal beneran, harusnya belanjaanku cuma 91.700,” katanya.

instagram embed