Kumparan Logo

Populer: Toto Hentikan Pesanan Imbas Perang; Malaysia Potensi Krisis BBM

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi toilet. Foto: HomeArt/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi toilet. Foto: HomeArt/Shutterstock

Penghentian pesanan oleh produsen toilet Toto menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (13/4). Selain itu, Malaysia yang berpotensi krisis BBM juga menarik perhatian. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Produsen Toilet Toto Hentikan Pesanan karena Perang di Iran Ganggu Rantai Pasok

Produsen toilet Jepang, Toto Ltd., telah menangguhkan pesanan baru untuk kamar mandi prefabrikasinya. Keputusan ini diambil karena kekurangan bahan baku, sebuah dampak langsung dari konflik di Timur Tengah yang terus menekan rantai pasok minyak global. Perusahaan menginformasikan mitra bisnisnya mengenai penghentian ini pada Senin (13/4), mencakup kamar mandi prefabrikasi dan modular, tanpa batas waktu yang jelas untuk dimulainya kembali pesanan.

Ilustrasi kloset di toilet. Foto: Retouch man/Shutterstock

Kondisi ini menempatkan Toto dalam daftar produsen Jepang yang telah memangkas produksi atau menaikkan harga akibat pasokan nafta yang semakin ketat, yaitu bahan baku minyak vital untuk produksi plastik. Jepang sendiri bergantung pada impor dari Timur Tengah untuk sekitar 40 persen pasokan nafta. Gangguan ini tercermin dari anjloknya saham Toto hingga 8,8 persen pada Senin sore, menandai penurunan terbesar sejak Oktober 2024. Perusahaan mengakui bahwa pengadaan bahan baku baik di dalam negeri maupun internasional menjadi sangat tidak stabil.

Secara spesifik, Toto menghadapi kekurangan pelarut organik yang esensial dalam pelapis dinding dan langit-langit kamar mandi modularnya. Gangguan rantai pasok juga dirasakan oleh produsen peralatan rumah tangga lain, Takara Standard Co., yang melaporkan masalah serupa terkait bahan baku berbasis nafta, menyebabkan sahamnya anjlok hingga 6 persen.

Malaysia Berpotensi Krisis BBM pada Juni 2026

Malaysia mulai mengambil langkah antisipasi terhadap potensi krisis bahan bakar, yang diperkirakan akan memuncak pada Juni 2026. Menteri Ekonomi Akmal Nasrullah Mohd Nasir menyatakan periode pertengahan tahun, khususnya Juni dan Juli, akan menjadi fase sangat krusial dalam menjaga ketersediaan energi di negara tersebut, seiring dengan dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan minyak global.

Selain BBM, pemerintah Malaysia juga memberi perhatian serius pada pasokan bahan baku industri lain yang terkait sektor minyak dan gas, termasuk kebutuhan farmasi dan perangkat medis. Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebelumnya telah memberi sinyal adanya ketidakpastian pasokan energi mulai Juni. Meskipun demikian, Akmal memastikan bahwa pasokan untuk April dan Mei masih dalam kondisi aman. Pemerintah berencana melakukan diversifikasi sumber energi dan memperkuat hubungan dengan mitra dagang utama untuk menjaga stabilitas pasokan.

Ilustrasi SPBU di Malaysia. Foto: Shutterstock

Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri Fuziah Salleh juga mengklarifikasi adanya gangguan sementara di sejumlah SPBU akibat lonjakan permintaan di beberapa wilayah, namun pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi.

Fuziah menegaskan bahwa posisi pasokan bahan bakar negara secara keseluruhan masih stabil dan mencukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Isu pengiriman 329.000 barel solar ke Filipina yang sempat beredar juga telah dibantah oleh kantor berita Bernama dan perusahaan energi negara, Petronas, yang menegaskan prioritas utamanya adalah memastikan pasokan bahan bakar yang andal untuk Malaysia.