Kumparan Logo

Populer: Utang Terselubung China untuk RI; Daftar Terbaru Pinjol Resmi

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mata uang China Yuan Foto: Reuters/Thomas White
zoom-in-whitePerbesar
Mata uang China Yuan Foto: Reuters/Thomas White

Lembaga Riset Amerika mengungkap utang terselubung China ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Berita ini menjadi populer di kanal bisnis sepanjang Kamis (14/10).

Selain itu, daftar nama pinjaman online (pinjol) terbaru yang mendapat izin OJK juga menjadi salah satu yang populer. Berikut rangkumannya:

Lembaga Riset AS Ungkap 'Utang Terselubung' RI dari China

Lembaga riset Amerika Serikat (AS), Aiddata, mengungkap aliran dana utang terselubung Indonesia dari China. Ini diungkap dalam hasil riset berjudul Banking on the Belt and Road: Insights from a new global dataset of 13,427 Chinese Development Projects.

Dana yang diterima Indonesia dari China melalui skema ODA (Official Development Assistance), mencapai USD 4,42 miliar. Sedangkan yang diterima melalui skema OOF (Other Official Flows) lebih besar lagi, yakni USD 29,96 miliar.

Jika ditotal, utang terselubung yang disalurkan China ke Indonesia periode 2000-2017 mencapai USD 34,38 miliar atau dengan kurs saat ini setara Rp 488,9 triliun. Jumlah ini hampir 18 persen dari total belanja APBN 2021 yang mencapai Rp 2.750 triliun.

Dalam riset tersebut dikatakan utang tersebut bagian dari strategi China untuk merealisasikan keinginannya mewujudkan jalur sutera baru atau yang dikenal dengan Belt and Road Initiative (BRI).

Daftar Terbaru Pinjol Resmi OJK

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK merilis daftar terbaru pinjaman online berstatus berizin resmi. Ada 1 pinjol yang dicoret status terdaftarnya, sementara 13 pinjaman online lainnya diterbitkan izinnya. Berikut daftar terbaru 13 pinjol berizin resmi OJK:

1. PT FinAccel Digital Indonesia;

2. PT Sens Teknologi Indonesia;

3. PT Fintech Bina Bangsa;

4. PT Kreasi Anak Indonesia;

5. PT Piranti Alphabet Perkasa;

6. PT Smartec Teknologi Indonesia;

7. PT Digital Micro Indonesia;

8. PT Danafix Online Indonesia;

9. PT Solid Fintek Indonesia;

10. PT Sejahtera Sama Kita;

11. PT Klikcair Magga Jaya;

12. PT Sahabat Mikro Fintek; dan

13. PT Plus Ultra Abadi.