Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Posko Lebaran 2025 Dimulai, InJourney Siapkan 22 Hari Pengamanan di 37 Bandara
20 Maret 2025 13:07 WIB
·
waktu baca 2 menitDiperbarui 28 Maret 2025 9:17 WIB

ADVERTISEMENT
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengonfirmasi periode posko Lebaran akan berlangsung selama 22 hari. Posko ini dimulai 21 Maret hingga 11 April 2025.
ADVERTISEMENT
“Selama 22 hari tersebut, kami berkoordinasi langsung dengan 37 bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura Indonesia,” ujar Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, dalam konferensi pers pembukaan Posko Lebaran di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (20/3).
Sebelumnya, InJourney Airports memproyeksikan jumlah penumpang pesawat selama periode libur Lebaran 2025 mencapai 10,8 juta orang.
Faik menjelaskan, dengan proyeksi 10,8 juta penumpang tersebut, trafik Lebaran tahun ini telah melampaui periode sebelumnya, terutama dibandingkan masa pandemi COVID-19.
Secara khusus, Bandara Soekarno-Hatta sendiri diperkirakan akan melayani sekitar 3,5 juta penumpang selama periode posko. “Jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, terjadi peningkatan sebesar 12 persen. Secara nasional, peningkatannya sebesar 9 persen, sementara Soetta meningkat 12 persen,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
InJourney Airports telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran perjalanan selama periode mudik.
Di samping itu, InJourney juga menyiapkan langkah-langkah buat menghadapi lonjakan arus mudik dan arus balik. salah satunya adalah menambah 16.294 personel tambahan di bandara.
“Rekan-rekan di masing-masing cabang juga memiliki rencana kontinjensi jika terjadi kondisi tidak normal (irregularities). Hal ini bisa disebabkan oleh cuaca, keterlambatan pesawat, atau faktor lainnya yang berpotensi menimbulkan gangguan penerbangan, dan semua ini telah kami antisipasi dengan baik,” kata Faik.