Kumparan Logo

Potensi Ekonomi Digital dari UMKM Bisa Tembus Rp 4.531 T di 2030

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hadir dalam acara Young Entrepreneur Wanted. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hadir dalam acara Young Entrepreneur Wanted. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini dengan adanya peningkatan jumlah UMKM dalam ekosistem digital, dapat mengoptimalkan potensi ekonomi digital yang diproyeksikan sebesar Rp 4.531 triliun pada 2030.

Adapun digitalisasi merupakan keharusan untuk mendorong UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, namun bangkit atau tumbuh sesuai fitrah sebagai pilar ekonomi nasional. Apalagi sebanyak 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah pelaku UMKM.

Sehingga posisi UMKM ini dapat menyumbangkan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61 persen dan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja.

Menurut Teten Masduki, UMKM yang memiliki kreativitas, inovasi dan memanfaatkan teknologi terbukti mampu bertahan dan bangkit di masa pandemi. Untuk itu, bisnis berbasis digital diperkirakan akan menjadi channel utama masa depan.

Saat ini terdapat 19,95 juta UMKM yang sudah terhubung ke dalam ekosistem digital. Ia menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengamanatkan pada tahun 2024 akan ada 30 juta UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital.

"Bapak Presiden telah mengamanatkan 30 juta UMKM onboarding ke dalam ekosistem digital di tahun 2024," kata Teten dalam acara What Awaits MSMEs in Indonesia's Digital Supremacy, Kamis (8/9).

"Perlu adanya pendekatan ekosistem mencakup proses bisnis dari hulu ke hilir atau end to end digital transformation dan pendampingan bagi UMKM Indonesia agar dapat mengoptimalkan sepenuhnya teknologi digital," lanjut dia.

Dari sisi hulu, lanjut Teten, ia menyiapkan pendataan lengkap bagi UMKM, kemudahan legalitas UMKM serta program pelatihan dan bimbingan untuk meningkatkan daya saing UMKM. Sementara itu, sisi hilir, Teten menghadirkan inisiatif kurasi produk UMKM untuk official merchandise G20 Indonesia, kegiatan business matching, pemanfaatan platform digital dan menghadirkan kegiatan investor matchmaking.

"Demi mendorong pertumbuhan UMKM, kami mengalokasikan 40 persen belanja K/L bagi UMKM, memberikan ruang sebesar 30 persen sarana infrastruktur publik serta melindungi UMKM lokal di platform perdagangan melalui sistem elektronik," pungkas Teten.