Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tembus Rp 4.531 Triliun di 2030
·waktu baca 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi ekonomi digital Indonesia bisa mencapai Rp 4.531 triliun di tahun 2030. Menurutnya hal ini bisa tercapai, mengingat sektor digital di Tanah Air terus berkembang.
"Potensi ekonomi digital bisa naik hingga delapan kali lipat menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030," ujar Airlangga dalam rangkaian G20: Festival Ekonomi Keuangan Digital di Nusa Dua, Bali, Senin (11/7).
Dia melanjutkan, transaksi keuangan digital di Indonesia juga terus mengalami kenaikan. Di sisi perdagangan digital mencapai Rp 410 triliun di tahun lalu, didorong oleh meningkatnya kegiatan belanja online.
"Pada 2021 perdagangan digital Rp 410 triliun seiring naiknya ekspektasi referensi belanja online dan didukung sistem pembayaran digital," katanya.
Adapun nilai uang elektronik selama tahun lalu naik 32,25 persen dan transaksi QRIS tumbuh 245 persen. Bahkan menurut Airlangga, Indonesia bisa menjadi tujuan investasi digital di Asia Tenggara.
"Indonesia menjadi tuan rumah dan tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara mewakili 40 persen dari digitalisasi di Asia Tenggara yang belanjanya Rp 300 triliun dan didukung oleh perbaikan iklim usaha yang inklusif," jelasnya.
Airlangga juga menuturkan, digitalisasi ekonomi dan keuangan terus terakselerasi dengan perbaikan capaian dan inklusif keuangan. Ia optimistis inklusi keuangan RI bisa mencapai 90 persen di 2024, dari 81,4 persen di 2020.
"Kita optimis inklusi keuangan Indonesia telah ditargetkan dia angka 90 persen pada 2024 dan dengan kekuatan sinergi dan akselerasi, implementasi di tingkat nasional. Digitalisasi perlu dijaga dengan penguatan sinergi dan investasi dan kebijakan sebagai pondasi untuk membangun Indonesia Maju," tambahnya.
