Potensi Uang Donasi di Indonesia Capai Rp 200 Triliun per Tahun

18 Februari 2019 16:45
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menjemput donasi untuk Bima Foto: Viry Alifiyadi
zoom-in-whitePerbesar
Menjemput donasi untuk Bima Foto: Viry Alifiyadi
ADVERTISEMENT
Di era digital segala sesuatu bisa lebih praktis dan efisien. Tak terkecuali untuk keperluan donasi atau kegiatan filantropi penggalangan dana.
ADVERTISEMENT
Di Indonesia sendiri, Co-Chair Badan Pengarah Filantropi Indonesia Erna Witoelar mengatakan dalam setahun potensi donasi masyarakat Indonesia jika dioptimalkan bisa mencapai Rp 200 triliun.
“Potensi donasi kita cukup besar dan nilainya mencapai Rp 200 triliun, tapi yang terkumpul secara terorganisir baru sekitar Rp 6 triliun,” katanya di acara peresmian kerja sama dengan donasi digital Go-Pay di Pasific Place, Jakarta, Senin (17/2).
Berkenaan itu, Erna menyampaikan, masyarakat Indonesia memiliki rasa dermawan yang tak bisa disepelakan.
“Beberapa tahun ke belakang meningkat. Zakat naik berlipat kali, dengan kerja sama ini (donasi digital) kita tak perlu tunggu tua dulu untuk filantropi, di mana dibutuhkan bantuan kita bekerja sama bersama teman-teman baik jumlah dan kualitas,” paparnya.
Masjid tahan gempa di Lombok hasil penggalangan dana kumparan. Foto: Dok. Rumah Zakat
zoom-in-whitePerbesar
Masjid tahan gempa di Lombok hasil penggalangan dana kumparan. Foto: Dok. Rumah Zakat
Serupa, Staf Ahli Menteri Sosial RI Bidang Aksesibilitas Sosial Marjuki tak memungkiri jiwa sosial pada masyarakat yang responsif untuk membantu sesama. Misalnya saja pada kejadian bencana yang terjadi di Palu Donggala beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
“Indonesia ini tercatat paling dermawan, begitu ada bencana bantuan langsung mengalir. Saya pikir ini kearifan lokal yang dimiliki Indonesia,” timpalnya.
Lebih lanjut, Marjuki mengatakan masifnya era digital yang mengubah tren berbagai hal ini Ia nilai dibutuhkan juga dalam paradigma penyaluran bantuan.
Ke depan, pihaknya mengaku juga bakal mengadaptasikan sistem digital untuk mereformasi penyaluran bantuan yang selama ini menjadi jantung pelayanan dari Kementerian Sosial.
“Kesulitan yang sering kami hadapi, mohon maaf, yang mengajukan bantuan itu terkadang pertanggung jawabannya susah. Laporan kegiatannya dulu ada kesulitan (ribet). Kalau ini berjalan (donasi digital) seperti ini, kami bersyukur, ini akan sangat membantu,” tandasnya.