PPKM Darurat Akan Diperpanjang: Pedagang Kecil Terjepit, Bansos Baru Disalurkan

18 Juli 2021 11:08
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
PPKM Darurat Akan Diperpanjang: Pedagang Kecil Terjepit, Bansos Baru Disalurkan (61954)
zoom-in-whitePerbesar
Polisi razia pedagang di Banten saat PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
PPKM Darurat berpotensi diperpanjang hingga akhir Juli 2021. Meski Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan belum memutuskan kebijakan ini, Menko PMK Muhadjir Effendy sudah menyebut PPKM Darurat bakal diperpanjang hingga akhir Juli.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, perpanjangan itu sudah diputuskan Presiden Jokowi. Merujuk pernyataan Muhadjir, artinya terdapat perpanjangan 11 hari apabila PPKM Darurat memang berlaku sampai akhir Juli.
"Tadi rapat kabinet terbatas yang saya ikuti di Sukoharjo, sudah diputuskan Bapak Presiden [PPKM Darurat] dilanjutkan sampai akhir Juli," kata Muhadjir saat meninjau Hotel University Club UGM Yogyakarta yang dijadikan shelter pasien corona pada Jumat (16/7).
Jika PPKM Darurat diperpanjang, harapannya bisa menekan laju penularan virus corona terutama varian delta. Namun di sisi lain, banyak pihak terdampak seperti pedagang kecil yang mencari nafkah harian sebab selama PPKM ini, jualan mereka rugi dan kena razia.
Misalnya dagangan Rizky Dian (28) yang kian sepi. Ia mengelola usaha warung bersama neneknya di kawasan Sidomulyo, Kota Batu. Dia berjualan berbagai jenis gorengan. PPKM Darurat ini langsung memangkas omzet penjualan hingga 50 persen.
ADVERTISEMENT
Rizky biasanya membuka lapak dari pukul 17.00 hingga pukul 22.00 WIB. Pemasukannya kian menipis karena di masa PPKM darurat, jam operasional warungnya dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB. Dagangannya pun tak habis terjual.
"Biasanya kan jam 9 (gorengan) baru habis, sekarang masih sisa," katanya kepada kumparan, Jumat (16/7).
PPKM Darurat Akan Diperpanjang: Pedagang Kecil Terjepit, Bansos Baru Disalurkan (61955)
zoom-in-whitePerbesar
Polisi razia pedagang di Banten saat PPKM Darurat. Foto: Dok. Istimewa
Pria yang bekerja sampingan sebagai driver ojek online ini menuturkan pengalaman yang kurang mengenakkan dari Satpol PP. Sebanyak 10 orang lebih merazia warungnya akibat ramainya pembeli sekitar dua hari lalu.
Salah satu dari anggota Satpol PP tersebut membentak neneknya yang kebetulan pada saat itu menjaga warung. Neneknya hanya bisa tersenyum sambil mulai menutup lapak.
Nasib serupa juga dialami Yudha yang merupakan penjual martabak manis di Tlogomas, Kota Malang. PPKM Darurat membuatnya memindah waktu operasional menjadi pukul 15.00-19.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Yudha yang harus bertanggung jawab menghidupi istri dan satu anak mengaku harus merumahkan 6 mitranya selama PPKM Darurat.
"Yang aku sesali itu merumahkan pegawai sementara. Nah dan semenjak itu (PPKM Darurat) omzet minus. Soalnya ada beban operasional gaji pegawai, nah ya akhirnya minus. Bahkan sampai Rp 500 ribu per bulan,” imbuhnya.
Yudha juga menceritakan sedikit pengalamannya saat berdebat dengan petugas Satpol PP yang sidak ke lapaknya. Ia mengaku ingin menuruti aturan PPKM Darurat untuk tidak berjualan di atas pukul 20.00 WIB, namun dengan syarat para petugas membeli jajanannya.

PPKM Darurat 2 Hari Lagi, Bansos Baru Mau Dikebut Penyalurannya

PPKM Darurat Akan Diperpanjang: Pedagang Kecil Terjepit, Bansos Baru Disalurkan (61956)
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menata karung berisi beras saat proses pembongkaran di gudang Perum Bulog Meulaboh, Aceh Barat, Aceh. Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO
Di saat rakyat menengah ke bawah kian susah makan dan cari rejeki akibat PPKM Darurat, pemerintah pusat justru belum menyalurkan bantuan sosial atau Bansos yang dijanjikan. Padahal, PPKM Darurat akan berakhir 2 hari lagi.
ADVERTISEMENT
Soal dikebutnya penyaluran Bansos ini baru diumumkan Presiden Jokowi pada Sabtu kemarin. Dia meminta jajarannya untuk mempercepat pemberian bansos bagi warga terdampak pandemi COVID-19.
Jokowi menegaskan bansos ini harus bisa didistribusikan secepat mungkin pada minggu ini kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Yang berkaitan dengan bansos saya minta jangan sampai terlambat. Baik itu PKH [Program Keluarga Harapan], baik itu BLT Desa, baik itu BST jangan sampai terlambat. Yang penting lagi bantuan beras, bantuan sembako. Minggu ini harus keluar," jelas Jokowi dalam arahannya saat memimpin ratas evaluasi PPKM Darurat di Istana Merdeka, dikutip dari YouTube Setpres, Sabtu (17/7).
Untuk mempercepat bantuan sembako ini, Jokowi memerintahkan Kepala Bulog Budi Waseso hingga Menteri Sosial Tri Rismaharini jangan ragu-ragu untuk mendistribusikannya.
ADVERTISEMENT
"Saya minta Kabulog dan utamanya Mensos jangan ragu-ragu, karena prinsipnya adalah yang paling penting kita ini enggak nyuri, enggak ngambil," kata Jokowi.
Bulog, pada hari ini mulai mendistribusikan bantuan beras sebanyak 200 ribu ton. Tambahan Bantuan Beras PPKM ini akan disalurkan kepada 10 juta KPM Bantuan Sosial Tunai dan 10 juta KPM Program Keluarga Harapan sesuai data yang diterima dari Kemensos.