Kumparan Logo

Prabowo Ajak Jepang Kerja Sama Sektor Mineral Kritis hingga Hilirisasi

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan PM Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Tokyo. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan PM Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Tokyo. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengajak Jepang untuk bekerja sama pada sektor mineral kritis hingga hilirisasi. Prabowo telah bertemu dengan PM Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (31/3).

Prabowo menjelaskan dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah kerja sama di bidang ekonomi, energi, perikanan, hingga keamanan.

"Kami juga terus mengajak dan membuka diri untuk partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia, juga kerja sama kemitraan di bidang mineral kritis, dan rare earth," ungkap Prabowo.

"Juga kami mengundang Jepang berpartisipasi dalam industrialisasi Indonesia dengan hilirisasi," tambahnya.

Di sisi lain, Prabowo juga menyatakan terbuka apabila Jepang ingin bekerja sama pada sektor energi terbarukan dan energi nuklir.

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan PM Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Tokyo. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Kami juga akan mendorong asia zero emission community, di mana perusahaan-perusahaan Jepang terlibat di Indonesia," ujar Prabowo.

Prabowo mengaku akan membantu debottlenecking atau hambatan dari proyek-proyek perusahaan Jepang yang ada di Indonesia. Misalnya, Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka dan PLTP Sarulla.

"Juga kami menyambut baik perusahaan korporasi Jepang, Inpex, yang berkontribusi di proyek gas abadi di Blok Masela, kita, setelah penundaan yang cukup panjang kita berharap ini bisa segera terwujud," kata Prabowo.

Prabowo juga menekankan Indonesia akan bekerja keras untuk mempercepat proses ratifikasi dan implementasi Protocol Amandemen Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). "Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan," tutur Prabowo.

video story embed