Prabowo Akan Gelontorkan Rp 2.567,9 T untuk Program Prioritas 2026
·waktu baca 3 menit

Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo untuk menjalankan berbagai program prioritas pada 2026, yaitu Rp 2.567,9 triliun dari total APBN Rp 3.842 triliun.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah optimistis bisa membelanjakan dana jumbo tersebut sepanjang 2026. Program-program prioritas tersebut mulai dari ketahanan pangan hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan.
“Ke depan kami optimis pada tahun 2026, pemerintah akan membelanjakan untuk program prioritas sebanyak Rp 2.567,9 triliun dari anggaran Rp 3.842 triliun,” tutur Airlangga dalam Rapimnas Kadin di Hotel Park Hyatt Jakarta, Senin (1/12).
Airlangga merinci, sejumlah program strategis mendapat porsi belanja yang signifikan. Di sektor ketahanan pangan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 164,4 triliun termasuk untuk pengadaan beras Bulog. Sementara untuk ketahanan energi, subsidi energi pada 2026 akan mencapai Rp 402,4 triliun.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi prioritas utama. Saat ini sudah ada 44 juta penerima yang menikmati program tersebut. Tahun depan, pemerintah mengalokasikan Rp 335 triliun dengan target memperluas cakupan hingga 80 juta penerima pada Mei atau Juni 2026. “Dan tentu ini multiplier effect-nya juga luar biasa,” tutur Airlangga.
Sektor pendidikan mendapatkan alokasi terbesar yaitu Rp 757,8 triliun, terdiri dari pembangunan sekolah unggulan, sekolah rakyat, dan peningkatan fasilitas pendidikan. Untuk sektor kesehatan, pemerintah menyiapkan Rp 244 triliun, sedangkan untuk koperasi dan UMKM dialokasikan Rp 181,8 triliun.
Belanja besar juga diarahkan pada sektor pertahanan dengan anggaran Rp 424 triliun, serta akselerasi investasi dan perdagangan global yang mencapai Rp 57,7 triliun. Pemerintah turut memperkuat akses perumahan lewat kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) hingga 2027, serta menyediakan plafon KUR perumahan Rp 130 triliun.
Airlangga menegaskan, seluruh anggaran tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mempercepat pembangunan. Dia juga meminta dukungan kalangan dunia usaha.
“Jadi ini semua angka yang besar, yang kami mohon agar pengurus Kadin bisa terus mendorong berbagai program yang terkait dengan yang sudah disiapkan oleh pemerintah,” tuturnya.
Target Perputaran Uang Nataru Rp 120 Triliun
Pemerintah menargetkan perputaran belanja nasional mencapai Rp 120 triliun pada periode akhir tahun atau periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Airlangga mengatakan seluruh potensi konsumsi tersebut akan dicatat melewati rangkaian program diskon dan kampanye belanja yang digelar pada akhir tahun ini.
“Sehubungan optimalisasi event belanja nasional, angka total yang di-spending ditargetkan Rp 120 triliun,” tutur Airlangga.
Airlangga memaparkan, sejumlah sektor sudah disiapkan untuk mendongkrak transaksi. Mulai dari diskon tiket kereta, event pariwisata, hingga program epic sale yang digelar minimarket seperti Alfamart dan Indomaret yang ditargetkan menghasilkan transaksi Rp 56 triliun.
Kemudian, pemerintah juga menggelar Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang berlangsung pada 10–16 Desember dengan target membukukan transaksi Rp 34 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menekankan agar produk UMKM menjadi fokus belanja.
“Ditargetkan UMKM yang dibelanjakan adalah Rp 18 triliun dari Rp 34 triliun (transaksi Harbolnas),” jelasnya.
Selain itu, kampanye Belanja di Indonesia Aja (Bina) juga dioptimalkan dengan melibatkan seluruh pusat perbelanjaan. Program yang berlangsung 18 Desember hingga 4 Januari 2025 ini menargetkan nilai transaksi Rp 30 triliun.
Dengan rangkaian program tersebut, Airlangga menegaskan pemerintah mengerahkan seluruh potensi konsumsi masyarakat pada akhir tahun. “Jadi dengan demikian, seluruh potensi yang ada kita kerahkan,” kata dia.
