Prabowo Bakal Bicara Ekonomi RI di DPR Besok
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pandangan terkait kondisi ekonomi nasional pada agenda Rapat Paripurna DPR RI yang digelar Rabu (20/5). Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga mengatakan agenda besok akan lebih banyak membahas kondisi makroekonomi nasional. Ia belum bersedia mengungkap lebih jauh terkait isu pembentukan badan ekspor yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Kalau besok kan ada acara di DPR, kita tunggu aja acara di DPR,” kata Airlangga saat ditemui wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (19/5).
Ia juga menegaskan pembahasan utama yang akan disorot pemerintah dalam agenda tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi secara umum.
“Kita tunggu besok, besok kan bicaranya mengenai makroekonomi,” ujarnya.
Saat kembali ditanya apakah agenda tersebut berkaitan dengan badan ekspor, Airlangga menegaskan pembahasan akan berfokus pada ekonomi nasional.
“Kita besok bicara mengenai kondisi ekonomi,” lanjutnya.
Di sisi lain, Airlangga juga menanggapi pelemahan rupiah yang kini telah menembus level Rp 17.700 per dolar AS. Menurut dia, tekanan terhadap nilai tukar bukan hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga berasal dari kondisi global.
Airlangga menyebut tingginya kebutuhan dolar pada periode musim haji serta pembayaran dividen perusahaan ikut meningkatkan permintaan mata uang Amerika Serikat tersebut.
“Faktor global juga sangat mempengaruhi. Dan seperti yang saya sampaikan, selama bulan ibadah haji ini permintaan terhadap dolar juga tinggi. Terus kedua, sesudah laporan keuangan, pembayaran dividen itu kebanyakan kan juga di bulan-bulan ini,” katanya.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga menambah tekanan eksternal terhadap pergerakan rupiah.
“Jadi memang demand-nya sedang tinggi. Plus harga minyak masih naik, sehingga tentu ini faktor eksternalnya sangat kuat,” lanjut Airlangga.
Meski demikian, pemerintah berharap situasi dapat membaik pada paruh kedua tahun ini.
“Mudah-mudahan semester II bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo sengaja memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk menyampaikan pesan terkait kondisi ekonomi dan menjaga persatuan nasional.
“Kebetulan tanggal 20 hari kebangkitan nasional jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” kata Prasetyo Hadi.
