Kumparan Logo

Prabowo Bakal Sampaikan Pidato di KTT BRIC 2026, Ini yang Dibahas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo hadiri KTT BRICS India 2026, New Delhi, Sabtu (12/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo hadiri KTT BRICS India 2026, New Delhi, Sabtu (12/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sekaligus akan menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS pada tanggal 12–13 September 2026 di New Delhi, India.

KTT BRICS tahun 2026 mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.

Agenda utama KTT ini terdiri dari 2 sesi, yaitu satu sesi pertemuan khusus BRICS Member Countries (closed session) dengan topik bahasan “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”.

Sementara satu sesi lainnya Adalah pertemuan dengan BRICS Partner Countries (open session) dengan topik bahasan 'Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth'.

Didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Prabowo diagendakan menyampaikan pandangan Pemerintah Indonesia pada 2 sesi utama KTT BRICS yakni sesi yang dikhususkan bagi Negara Anggota BRICS dan sesi kedua yang terbuka bagi Negara Anggota dan Mitra BRICS.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan para pemimpin Negara Anggota dan Negara Mitra kali ini mendorong upaya menjaga inklusivitas tata kelola global dan memperkuat multilateralisme.

“Beberapa substansi kunci akan didiskusikan dalam Keketuaan BRICS India 2026, mulai dari topik pengembangan kerangka institusional BRICS, perekonomian dan perdagangan, keuangan internasional, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan dan pertanian, digitalisasi dan teknologi, hingga perubahan iklim dan lingkungan,” jelasnya melalui keterangan resmi, Sabtu (12/9).

Isu lain di bidang perekonomian yakni reformasi lembaga multilateral seperti WTO, IMF, dan World Bank, kerja sama keuangan, mekanisme implementasi Local Currency Settlement (LCS), upaya mendorong rantai pasok global yang tangguh, serta penegasan pentingnya sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, transparan dan berbasis aturan.

BRICS adalah forum kerja sama internasional yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, RRT, dan Afrika Selatan. Pada 2024, keanggotaan diperluas dengan Mesir, Ethiopia, Iran dan Persatuan Arab Emirat.

Indonesia resmi bergabung pada 1 Januari 2025.

Dalam perkembangannya, BRICS membentuk Partner Countries yang terdiri atas Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan dan Vietnam. BRICS hingga kini telah mencakup mewakili 49,5 persen populasi dunia, 40 persen GDP global, dan 26 persen nilai perdagangan global.

Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang dijadwalkan akan hadir di New Delhi pada KTT BRICS kali ini antara lain President Xi Jinping (China), President Vladimir Putin (Rusia), President Cyril Ramaphosa (Afrika Selatan), President Masoud Pezeshkian (Iran), President Abdel Fattah El-Sisi (Egypt), President Prabowo Subianto (Indonesia).

Kemudian PM Anwar Ibrahim (Malaysia), PM Abiy Ahmed Ali (Ethiopia), Crown Prince of Abu Dhabi Sheikh Khaled/ Mohamed bin Zayed Al Nahyan (UAE), President Kassym-Jomart Tokayev (Kazakhstan), President Ferdinand R. Marcos Jr. (Philippines), dan President Evariste Ndayishimiye (Burundi).

Prabowo juga didampingi oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Dikti Saintek, dan Sekretaris Kabinet. Sedangkan dari sektor keuangan dan moneter, hadir juga Gubernur Bank Indonesia dan Wakil Menteri Keuangan, serta dari dunia usaha ikut hadir Ketua Umum KADIN Indonesia beserta jajaran.