Kumparan Logo

Prabowo Bicara Giant Sea Wall di Sidang PBB, Butuh Dana USD 80 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Angela Weiss/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Angela Weiss/AFP

Presiden Prabowo Subianto membawa ide proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di Pantai Utara Jawa (Pantura) di hadapan dunia internasional saat Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS).

Dalam pidatonya, Selasa (23/9) waktu setempat, Prabowo menjelaskan soal peningkatan permukaan air laut yang ekstrem, terutama di pantai utara Jakarta hingga 5 cm setiap tahunnya.

"Permukaan air laut di pantai utara ibu kota kita meningkat lima sentimeter setiap tahunnya. Bisakah Anda bayangkan dalam 10 tahun? Bisakah Anda bayangkan, dalam 20 tahun?" kata Prabowo.

Prabowo pun menyampaikan rencana pembangunan Giant Sea Wall di Pantura sepanjang 480 km. Menurutnya, proyek ini membutuhkan waktu hingga 20 tahun, namun pemerintah berkomitmen untuk segera melangkah.

"Untuk itu, kita terpaksa membangun tembok laut raksasa sepanjang 480 kilometer. Kita mungkin membutuhkan waktu 20 tahun. Tapi kita tidak punya pilihan. Kita harus mulai sekarang," tutur dia.

Butuh Investasi USD 80 Miliar

Suasana pembangunan tanggul laut (Giant Sea Wall) di daerah Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Saat International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, Prabowo mengungkapkan pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantura, yakni dari Banten hingga Gresik Jawa Timur, mencapai USD 80 miliar.

Lantaran biayanya yang besar, Prabowo pun membentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa. Jika dibangun secara keseluruhan, waktu yang dibutuhkan untuk membangun GSW sepanjang 500 km itu bisa mencapai 20 tahun.

“Kalau sampai ke Jawa Timur mungkin membutuhkan waktu 20 tahun, 15 sampai 20 tahun. Tidak ada masalah ada pepatah kuno perjalanan 1000 kilometer dimulai oleh satu langkah. Kita akan segera mulai itu,” ujar Prabowo dalam sambutannya, Rabu (11/6).

Prabowo melihat proyek GSW berperan sangat vital untuk melindungi kawasan Pantura. Proyek ini juga sudah masuk ke dalam perencanaan Bappenas sejak tahun 1995 atau 30 tahun lalu.

Khusus untuk pembangunan GSW di Teluk Jakarta, Prabowo memperkirakan proyek tersebut memakan biaya sekitar USD 8-10 miliar dan dapat diselesaikan dalam 8 tahun. Ia menginginkan urun dana antara pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta dalam membangun proyek itu.

“Karena APBD-nya DKI sangat besar. Jadi saya bilang DKI harus urunan, pemerintah pusat urunan. Jadi kalau USD 8 miliar berarti USD 1 miliar dolar 1 tahun,” ujarnya.

Dengan perkiraan pendanaan untuk keseluruhan proyek hingga USD 80 miliar, Prabowo pun terbuka pada opsi investasi dari beberapa negara asing. Nantinya, pembangunan diprioritaskan dari Jakarta hingga Semarang terlebih dahulu.

“Kita terbuka perusahaan-perusahaan dari Tiongkok, Jepang, Korea, Eropa, Timur Tengah yang mau ikut silakan, tapi kita tidak tunggu, kita akan gunakan kekuatan kita sendiri,” ujar Prabowo.

Diminati Investor China hingga Eropa

CEO Danantara Rosan Roeslani saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut ada dua perusahaan China yang berminat partisipasi dalam proyek GSW di Indonesia. Dia juga sudah melakukan pertemuan langsung.

“Ada 2 company besar yang tertarik dari China untuk partisipasi ketika saya ketemu langsung karena mereka juga sudah banyak membuat tanggul laut yang besar di China,” ujar Rosan di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Senin (8/9).

Sementara itu, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan proyek GSW ini diminati tidak hanya oleh investor China, namun juga Eropa hingga Timur Tengah. Hal tersebut sudah dibahas Prabowo saat rapat terbatas (ratas) terakhir.

"Beliau memang menyampaikan sejumlah kalangan, dan kami juga tahu persis betapa sebetulnya isu ini juga mendapatkan perhatian sejumlah negara, bisa dikatakan potential investor termasuk dari Tiongkok, termasuk dari negara-negara lain. Tidak hanya di Asia, tapi juga di Eropa dan Timur Tengah," ungkapnya usai acara kumparan Green Initiative Conference di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).