Prabowo Bicara Pasokan RI Melimpah hingga Swasembada Energi
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian energi nasional, terutama di tengah eskalasi perang Timur Tengah ini dengan mendorong pemanfaatan energi terbarukan serta sumber daya dalam negeri. Menurutnya, Indonesia memiliki cadangan energi yang besar.
“Sekali lagi kita bersyukur kehadiran Allah Subhana Wa Ta’ala saudara-saudara, saya punya data sumber baru 2-3 hari saya terima terus cadangan-cadangan kita sangat besar,” kata Prabowo dalam taklimatnya yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (9/4).
Ia menyebut, Indonesia memiliki cadangan batu bara besar, yang dapat diolah menjadi berbagai jenis bahan bakar seperti solar dan bensin.
“Kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara dari singkong dari jagung saudara-saudara,” lanjut Prabowo.
Ia juga menyampaikan, krisis energi global akibat perang di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi seharusnya disikapi dengan optimisme, karena kondisi Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan banyak negara lain.
“Saya mempelajari angka-angka, dapet laporan dari menteri-menteri saya ternyata kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, ada kesulitan, tapi kita mampu menghadapi dan mampu mengatasinya,” tutur Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti betapa krusialnya jalur sempit seperti Selat Hormuz dalam menjaga stabilitas energi global. Ia menjelaskan, jalur tersebut saat ini berada di bawah kendali satu negara, sehingga memberikan dampak besar terhadap distribusi energi dunia.
Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia juga memiliki posisi strategis yang sangat penting, karena menjadi jalur utama distribusi energi dan perdagangan global, khususnya bagi kawasan Asia Timur.
“Tapi sadarkah kita bahwa 70 persen kebutuhan energi Asia Timur, 70 persen energi dan 70 persen perdagangan lewat laut-laut Indonesia? Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makasar dan sebagainya itu laut Indonesia. Sadarkah kita betapa pentingnya Indonesia? Sadarkah kita betapa kuncinya Indonesia 70 persen energi Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Filipina,” jelas Prabowo.
