Kumparan Logo

Prabowo dan Dirut Garuda Indonesia Lanjutkan Nego Pembelian Pesawat Boeing

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Presiden Prabowo Subianto bersama Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Wamildan Tsani Pandjaitan, melanjutkan proses negosiasi pembelian pesawat Boeing di Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut diungkapkan Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, yang mewakili Wamildan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR hari ini, Senin (22/9), karena lawatan ke AS tersebut.

Adapun Prabowo tengah melaksanakan kunjungan kerja kenegaraan ke AS untuk menghadiri Sidang Umum Majelis PBB pada 23 September 2025. Prabowo akan menyampaikan pidato dalam sidang tahunan tersebut.

"Izinkan kami menyampaikan permohonan maaf dari Direktur Utama kami, Bapak Wamildan Tsani, yang pada pertemuan kali ini belum dapat hadir, karena masih melaksanakan kunjungan kerja ke Amerika Serikat yang turut bertepatan dengan lawatan kenegaraan Bapak Presiden ke Amerika Serikat," kata Reza.

Reza mengatakan, Garuda Indonesia akan menambah jumlah armada secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menangkap potensi pertumbuhan market. Perusahaan menargetkan penambahan armada pada tahun ini mencapai 7 pesawat.

Untuk melaksanakan strategi tersebut, lanjut dia, perusahaan terus menjajaki kerja sama dengan pabrikan pesawat untuk penambahan armada pesawat secara jangka panjang, agar perusahaan mendapatkan kepastian jumlah pesawat dan tentunya harga yang lebih kompetitif.

Salah satunya adalah melalui negosiasi pembelian armada dengan Boeing. Hal ini menyusul rencana pembelian 50 pesawat Boeing 777 oleh Garuda Indonesia sebagai salah satu poin negosiasi tarif impor yang dikenakan Presiden AS Donald Trump.

"Untuk keperluan bekerja sama jangka panjang inilah Bapak Direktur Utama kami hari ini mendampingi Bapak Presiden Republik Indonesia dalam lawatan beliau ke Amerika Serikat untuk melakukan diskusi lanjutan terkait rencana pengadaan armada dari Boeing," ungkap Reza.

Ia berharap pertemuan kali ini dapat menghasilkan opsi terbaik bagi kinerja operasional dan keuangan Garuda Indonesia, dan tentunya bisa berdampak positif bagi industri penerbangan nasional.

instagram embed

"Pertemuan Garuda Indonesia bersama-sama dengan pemangku kepentingan lain akan memastikan agar pembelian tersebut membawa untungan optimal baik secara strategis, operasional dan juga finansial," tandas Reza.

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkap progres pembelian 50 pesawat Boeing 777 untuk Garuda Indonesia. Ia menyebut, 50 unit pesawat tersebut telah dipesan sebelum pandemi COVID-19. Sampai saat ini baru satu pesawat yang telah terkirim.

“Sebetulnya kesepakatan itu antara Boeing dan Garuda itu sudah ada, sudah ada sebelum COVID. Pembelian 50 pesawat Boeing itu, yang sudah ter-delivery, yang sudah terkirim itu baru 1, jadi 49 yang kurang,” kata Rosan kepada awak media di kantornya, Jakarta, Selasa (29/7).

Menurut Rosan, pihak Boeing telah bertemu dengan manajemen Garuda Indonesia dan pemerintah untuk membahas kelanjutan pengiriman pesawat tersebut. Namun, proses pengiriman pesawat baru diperkirakan paling cepat pada tahun 2031–2032.