Prabowo Dorong BRICS Ubah Tantangan Jadi Peluang Investasi dan Lapangan Kerja

Presiden Prabowo Subianto mendorong negara-negara BRICS untuk mengubah berbagai tantangan yang dihadapi bersama menjadi peluang investasi, penguatan industri, dan penciptaan lapangan kerja.
Menurut Prabowo, negara-negara BRICS dan Global South menghadapi berbagai persoalan yang saling berkaitan. Dengan demikian tantangan tersebut perlu diatasi secara kolektif dengan menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, teknologi, dan pasar.
“Bersama-sama, kita dapat mengubah berbagai tantangan yang saling terikat ini menjadi peluang investasi yang lebih besar, industri yang lebih kokoh, serta membuka lapangan kerja dan kesempatan yang lebih baik bagi rakyat,” kata Prabowo dalam dalam pertemuan sesi terbuka anggota BRICS, dikutip dari lama YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/9).
Prabowo menjelaskan manfaat dari adanya investasi yang besar, industri yang kuat dan berhasil membuka lapangan pekerjaan akan dirasakan oleh jutaan penduduk, baik di Indonesia maupun di negara anggota BRICS yang lain.
Dia melihat manfaat tersebut hanya bisa dicapai melalui pembangunan yang inklusif. “Ketika dipadukan dengan inovasi, kekuatan kolektif kita akan bermutasi menjadi daya dorong yang dahsyat untuk mengubah kelangkaan menjadi kapasitas,” ujarnya.
Mulanya Prabowo membeberkan tantangan pertumbuhan yang dihadapi Indonesia sebagai negara dengan posisi di kawasan ring of fire atau cincin api dunia.
Dia mengakui kehidupan di Indonesia berdampingan dengan ancaman kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrim, hingga gunung berapi aktif.
“Namun, ketika kita mengatasi tantangan-tantangan ini secara kolektif, kita turut menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kapabilitas teknologi, dan pasar dalam skala yang masif,” imbuhnya.
Dia mengatakan Indonesia tidak sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Negara anggota BRICS dan negara-negara Global South lainnya juga menghadapi persoalan yang saling terkait.
“Kombinasi ini menjadikan BRICS kekuatan nyata yang membawa perubahan krusial bagi dunia. Langkah awalnya adalah mengakui nilai dari apa yang kita miliki dan memanfaatkan kekuatan tersebut untuk saling membantu,” tuturnya.
