Kumparan Logo

Prabowo: Indonesia Tak Akan Impor Jagung Lagi, Sekarang Sudah Bisa Ekspor

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden RI Prabowo Subianto berpidato saat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Pelepasan Ekspor Jagung di Bangkeyang, Kalimantan Barat, Kamis (6/5/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden RI Prabowo Subianto berpidato saat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Pelepasan Ekspor Jagung di Bangkeyang, Kalimantan Barat, Kamis (6/5/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia tak perlu lagi impor jagung. Menurut dia, saat ini Indonesia juga sudah bisa melakukan ekspor jagung.

Nantinya, mulai tahun depan Indonesia sudah tidak akan melakukan impor jagung di mana pada tahun lalu impor masih dilakukan sekitar 500.000 ton menurut Prabowo.

“Kira-kira tahun 2026 sudah tidak impor lagi pak menteri? Ekspor hehe, terima kasih. Saya diberi jaminan oleh dua tokoh Indonesia yang hebat Menteri Pertanian dan Kapolri menjamin tahun 2026 Indonesia tidak impor lagi jagung,” kata Prabowo saat meninjau panen jagung di Bengkayang, Kalimantan Barat pada Kamis (⅚).

Prabowo juga menerima laporan terkait peningkatan produksi jagung pada kuartal pertama tahun ini. Ia mengungkap peningkatan produksi terjadi hingga 48 persen. Pada hari ini Indonesia juga akan melakukan ekspor perdana jagung. Ekspor tersebut dilakukan ke Kuching, Malaysia.

“Kita akan lepas ekspor perdana kita ke negeri tetangga, bagus itu dan ini seterusnya menjadi momentum ke depan,” ujar Prabowo.

Lahan jagung di Tuban. Foto: Dok. Kementan

Dalam kesempatan ini Prabowo juga mendapat laporan mengenai hasil riset beberapa program turunan jagung. Beberapa produk turunan tersebut merupakan hasil riset yang dibina oleh Polri.

“Ada keripik ada macam-macam mungkin juga bisa dibikin nasi dari jagung. Saya kira bisa ya itu, dan itu lebih sehat dari nasi-nasi lain nasi jagung iya?,” ujarnya.

Menurut Prabowo dengan keberadaan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih nantinya juga akan bisa memperkuat rantai produksi baru. Hasilnya harga pangan bisa lebih terjangkau namun nilai tukar petani tetap naik.

“Rakyat kita semuanya harus makan dengan baik, makan dengan protein yang cukup insya Allah cita-cita kita akan tercapai masyarakat yang adil dan makmur gemah ripah loh jinawi,” kata Prabowo.

instagram embed