Prabowo: Kebijakan Satu Peta Tekan Tumpang Tindih Lahan Hampir 20 Juta Hektare
·waktu baca 2 menit

Presiden Terpilih Prabowo Subianto menuturkan kebijakan satu peta telah menurunkan angka tumpang tindih lahan hampir 20 juta hektare dalam waktu yang singkat.
"Kebijakan satu peta ini ternyata dalam waktu singkat telah berhasil menurunkan tumpang tindih lahan hampir 20 juta hektare," kata Prabowo di Jakarta, Kamis (18/7).
Hal ini disampaikan Prabowo saat menggantikan Presiden Jokowi meluncurkan Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 dan White Paper OMP Beyond 2024, serta Penyampaian Hasil Capaian PSN dan KEK di Rasuna Said, Jakarta, Kamis (18/7).
Prabowo menuturkan pemerintah ingin kebijakan ini dapat menurunkan lebih banyak lagi permasalahan tumpang tindih lahan di Tanah Air.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan hingga Juli 2024 kebijakan satu peta telah diselesaikan sejumlah peta tematik dari 23 kementerian dan lembaga yang ada di Tanah Air.
"Terkait dengan capaian kebijakan satu peta sampai dengan bulan Juli, diselesaikan 151 peta tematik dari 23 kementerian dan lembaga di 38 provinsi. Nah kebijakan satu peta menyelesaikan tumpang tindih lahan sejumlah 19,97 persen," tutur Airlangga di Jakarta, Kamis (18/7).
Dia mengatakan kebijakan satu peta ini juga telah dimanfaatkan dalam upaya perbaikan tata kelola data spasial dan perizinan.
Airlangga juga mengatakan pemerintah telah menyepakati peluncuran kebijakan satu peta 2.0 dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) yang dihadiri oleh Menko Bidang Politik Hukum dan HAM Hadi Tjahjanto.
Presiden Terpilih Prabowo Subianto kemudian mewakili Presiden Joko Widodo meluncurkan Geoportal Kebijakan Satu Pera 2.0 dan White Paper OMP Beyond 2024 serta Penyampaian Hasil Capaian PSN dan KEK di Rasuna Said, Jakarta pada Kamis (18/7).
"Ini menandai dibukanya akses yang (sebelumnya) masih dibatasi kepada kementerian dan lembaga dan mereka yang membutuhkan, namun dengan 2.0 kita buka ke masyarakat," kata Airlangga.
