Kumparan Logo

Prabowo Kenalkan Pusat Finansial Internasional saat Pidato Nota Keuangan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan pembangunan Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang akan berlokasi di Jakarta dan Bali.

PFII dirancang menjadi pusat keuangan dan investasi berstandar dunia, sekaligus menjadi wajah baru Jakarta dan Bali dalam aktivitas finansial internasional.

“PFII ini akan menjadi wajah baru Jakarta dan Bali sebagai pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, dan penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia,” kata Prabowo, saat pidato RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo menjelaskan PFII nantinya memiliki sejumlah kelembagaan, mulai dari Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola PFII, Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII, Pengadilan PFII yang berada di bawah Mahkamah Agung, hingga Lembaga Arbitrase PFII.

Dalam pelaksanaannya, bahasa Inggris bisa digunakan sebagai bahasa kontrak. Selain itu, prinsip hukum komersial dan standar internasional juga dapat diadopsi.

PFII juga akan membuka peluang penggunaan hakim ad hoc yang berasal dari talenta hukum terbaik Indonesia maupun dunia.

Perbankan hingga Family Office Masuk PFII

Prabowo mengatakan aktivitas yang bisa dilakukan di PFII akan mencakup berbagai sektor keuangan. Di antaranya perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, bullion, fintech, keuangan syariah, family office, treasury center, hingga manajemen investasi.

PFII juga akan menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung aktivitas investasi, seperti kepastian transfer dan repatriasi modal serta laba, fasilitas perpajakan untuk kegiatan yang memenuhi syarat, golden visa, serta pelayanan perizinan yang kompetitif.

“Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia, talenta terbaik bekerja di Indonesia, dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia,” jelas Prabowo.

Prabowo menargetkan Jakarta dan Bali menjadi lokasi awal PFII untuk menarik modal dan aktivitas keuangan global ke Indonesia.