Prabowo Klaim Pangan RI Aman: Banyak Negara Beli Beras dari Kita
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 287 juta jiwa menghadapi tantangan besar dalam menjamin ketahanan pangan nasional. Meski bukan pekerjaan ringan, ia menilai pemerintah berhasil menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Kata Prabowo, pangan tidak bisa dipandang sekadar sebagai komoditas, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup suatu bangsa. Karena itu, ia tidak sependapat dengan pandangan yang menilai impor beras dan jagung lebih efisien.
“Dan akhirnya sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apa pun di luar negara kita, kita relatif, relatif lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan,” ucap Prabowo dalam Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Prabowo melanjutkan, sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia, termasuk negara-negara tetangga.
“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga kita,” ucapnya.
Menurutnya, beberapa negara yang sebelumnya merasa lebih unggul kini justru datang meminta pasokan komoditas pangan dari Indonesia.
“Ternyata berapa hari yang lalu, India mengumumkan tutup! Tidak ekspor beras, jagung, gandum. India tutup! Disusul oleh Bangladesh tutup! Akhirnya ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita, ya,” tutur Prabowo.
Kendati demikian, Prabowo meminta agar penjualan beras ke negara lain tetap memperhatikan kepentingan petani dalam negeri. Ia menegaskan harga jual tidak boleh terlalu murah agar petani tetap memperoleh keuntungan.
“Dirut Bulog mana? Jangan jual terlalu murah, ya. Jangan ngetok tapi jangan jual terlalu murah. Ingat krisis bisa lama ini, ya. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu,” katanya.
Selain itu, ia juga menyinggung adanya negara yang meminta potongan harga saat membeli beras dari Indonesia. Prabowo pun menilai kondisi tersebut menunjukkan dampak nyata dari krisis global yang sedang terjadi.
“Kita berbuat begitu banyak prestasi, tapi memang kadang-kadang kita juga harus berani untuk mengiklankan diri kita sendiri. Bukan mengiklankan kebohongan, tapi kebenaran. Kita swasembada pangan sudah. Kita amankan harga-harga,” ucap Prabowo.
