Kumparan Logo

Prabowo Mau Bangun 30 GW PLTS dan Pensiunkan 13 GW PLTD Tahun Ini

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PLTS di lahan sawit. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PLTS di lahan sawit. Foto: Pertamina

Presiden Prabowo Subianto ingin mempercepat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW). Pada tahun 2026, target pembangunannya sebesar 30 GW.

Seiring dengan hal tersebut, Prabowo juga mencanangkan penghentian atau pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) pada tahun ini sebesar 13 GW. Pembangkit tersebut akan digantikan oleh PLTS.

“Tahun ini kita akan membangun 30 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya, dan segera menghentikan 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel,” ungkapnya saat Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, dikutip Sabtu (15/8).

Menurutnya, Indonesia mendapat anugerah berupa sinar matahari hampir sepanjang tahun. Oleh karena itu, tidak masuk akal jika masyarakat di pulau-pulau terpencil harus menunggu kapal membawa BBM Solar untuk memperoleh listrik dengan biaya yang tidak efisien.

Prabowo menyebut Indonesia bisa membangun kemandirian energi melalui PLTS. Dia menilai, idealnya setiap desa memiliki PLTS 1 megawatt (MW), bahkan bisa lebih jika lahan di desa tersebut mencukupi.

Proyek tersebut, lanjut dia, juga dapat menghemat devisa dari pengurangan impor BBM solar serta mengurangi Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik.

“Menko Perekonomian telah menghitung Dengan PLTS 100 gigawatt, negara akan menghemat setidaknya Rp 73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik kita,” Tegas Prabowo.