Prabowo Mau Sikat 1.063 Tambang Ilegal, Rugikan Negara Rp 300 Triliun
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo mengaku menerima laporan ada1.063 tambang yang melanggar aturan. Orang nomor satu di Tanah Air itu menyebut kerugian negara imbas ribuan tambang ilegal itu capai Rp 300 triliun.
“Saya telah diberi laporan oleh aparat-aparat bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal dan potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini, dilaporkan potensi kerugian negara adalah minimal Rp 300 triliun,” dalam Sidang Tahunan MPR/DPR pada Jumat (15/8).
Dia menegaskan akan menertibkan tambang-tambang ilegal tersebut. Hal ini dikarenakan tambang-tambang tersebut telah melanggar aturan yang ada. “Kita akan tertibkan juga tambang-tambang yang melanggar aturan,” imbuhnya.
Prabowo juga meminta dukungan dari pihak yang hadir dalam sidang tahunan tersebut, mulai dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI hingga partai politik.
Dalam kesempatan yang sama di saat membahas soal tambang ilegal, Prabowo juga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelanggaran hukum, termasuk jenderal TNI dan polisi.
“Dan saya beri peringatan apakah ada orang-orang besar, orang-orang kuat jenderal-jenderal dari mana pun, (baik) Jenderal TNI (ataupun) Polisi atau mantan jenderal, tidak ada alasan, kami akan bertindak atas nama rakyat,” jelasnya.
Bikin Koperasi Tambang untuk Rakyat
Sebaliknya, Prabowo berencana mau membuat koperasi untuk rakyat menambang. Menurutnya rakyat boleh mengeruk sumber daya dengan aturan yang akan dibuat, tapi tidak boleh melanggar seperti para pengusaha kelas kakap.
"Rakyat nambang, ya sudah, kita bikin koperasi. Kita legalkan, kita atur. Tapi jangan karena alasan rakyat, tahu-tahu nyelundup ratusan triliun," kata dia.
